Pendopo Sukopuri Ajang Mengeratkan Silaturrahmi

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Pendopo adalah bangunan yang luas dan terbuka (tanpa sekat), yang biasanya terletak di depan rumah atau Pelataran. Fungsi Pendopo digunakan untuk menerima Tamu berkumpul untuk Pertemuan ataupun Rapat serta keperluan yang lain. sekarang sangat jarang sekali kita melihat Pendopo, mungkin hanya akan kita lihat di Keraton-keraton saja. Pendopo tidak jauh beda dengan Aula hanya saja Aula adalah Gedung yang tertutup, sebenarnya fungsinya sama saja.

Di Kecamatan Ulin Utara, Berdiri sebuah bangunan cukup megah dengan sentuhan artistik jawa layaknya pendopo seperti di keraton di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Berdiri diatas tanah 50 x 100 meter terdapat juga bangunan Langgar di samping kiri Pendopo yang di namakan Pendopo Sukopuri di jalan Golf Kecamatan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.

Bagi masyarakat Landasan Ulin memang dikenal Pendopo Sukopuri ini, namun bagi masyarakat Banjarbaru masih banyak yang belum mengenal dan mengitahuinya.

Pendopo Sukopuri milik seorang yang bisa dibilang dermawan oleh Sudarno yang sangat perduli pada masyarakat disekitarnya untuk sarana berkumpul guna meningkatkan pengetahuan sosial kemasyarakatan terutama meningkatkan produktifitas masyarakatnya rata-rata sebagai petani.

Dan berdampak positif dengan membuahkan hasil kebersamaan terjalin lebih erat. Sudarno pun tidak merasa sampai disitu saja, pada tahun 2015 di bentuk Forsiwajar (Forum Silaturakhmi  Jawa Banjar) Kota Banjarbaru, dikukuhkan langsung oleh Walikota Nadjmi Adhani. Dengan Ketua Forsiwajar Sumardi, Penasehat Sudarno dan Pembina, H AR Iwansyah.

Maka Pendopo Sukowati menjadi tempat berkumpul pengurus dan anggota Forsiwajar juga BMP2T, kata Sudarno sangat senang bisa menyediakan tempat (Pendopo Sukopuri)  pada kegiatan pelatihan kepada anggota anggota BMP2T yang barang tentu sangat bermanfaat dan berdaya guna bagi marasyakat pertanian dan peternak, hingga bisa menghasilkan yang baik juga menguntungkan. Kata pensiunan Polhut ini seraya berterima kasih kepada Instansi terkait yang telah memberikan alat dan bibit juga bimbingan pada petani, dan hingga menjadi petani yang mandiri.

H Iwan menambahkan, bahwa Forsiwajar tidak hanya di isi oleh orang jawa dan banjar, tapi juga semua suku, ras dan agama. Banjarbaru miniator bangsa Indonesia, yang mana semua perkumpulan, kerukunan dan peguyuban terjalin silaturrahmi sebagaimana tujuan dari Forsiwajar. “Dan Forsiwajar menolak Hoax” kata Ketua DPRD Banjarbaru bersemangat. (aha-bjb)

Check Also

Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla di Kabupaten HST

BARABAI – Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Darurat Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.