Bupati Kabupaten Banjar Marah dengan Pelayanan Publiknya

image

Suaraborneo.com, MARTAPURA – Bupati Kabupaten Banjar, H Khalilurrahman, kesal dan marah atas laporan warga Martapura pada saat gelaran Coffee Morning, Senin kemaren, hal ini tidak lepas dari informasi warga Martapura atas pelayanan Administrasi di salah satu Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Banjar dalam hal pelayanan Publik.

Bahkan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, juga mengungkapkan kekesalannya atas laporan warga Martapura. Info ini disampaikan langsung oleh para Pembakal se Kabupaten Banjar atas keluhan para warga disana tentang terkait pelayanan administrasi yang terjadi di Dinas Dukcapil Kabupaten Banjar.

“Memang benar tadi Pak Bupati sangat marah sekali atas info yang beredar di masyarakat tentang pelayanan di Disdukcapil kabupaten Banjar tersebut,” terang H Saidi.

Untungnya sebelum pelaksanaan Coffee Morning Kadis Dukcapil Kabupaten Banjar, Azwar, langsung menghadap ke Bupati Banjar, ujar seorang pejabat yang namanya minta untuk dirahasiakan identitasnya.

H Khalilurrahman mengungkapkan atas kekesalannya beliau atas persoalan ini, “ya saya baru mengetahui atas persoalan ini yang banyak dikeluhkan masyarakat atas pelayanan disalah satu instansi Pemkab Banjar, ini harus secepatnya di laksanakan jangan hanya di diamkan saja permasalahan nya,” katanya.

Sementara itu, Kadis DukCapil Kabupaten Banjar, H Azwar Hadi, menjelaskan, “Persoalan pelayanan penertiban E-KTP sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada, untuk jumlah yang sesuai dengan mekanisme tersebut dalam hal perekaman data E-KTP untuk penduduk Kabupaten Banjar sudah mencapai progress 97,8 persen,” terangnya.

“Namun disebabkan karena faktor atas ketersediaan blanko dan kestabilan atas jaringan antara center Kabupaten dengan center yang ada di Jakarta maka untuk proses pencetakan bisa dibilang ada sedikit kendala atau belum lancar. Untuk saat ini saja sampai sekarang sudah terdapat sebanyak 24 ribu NIK yang sudah di rekam dan siap untuk dicetak,” katanya.

Menurutnya meskipun ketersediaan blanko E-KTP Untuk sampai sekarang ini dapat mencukupi dan berkisar kurang lebih 8 ribu keping hal ini bisa saja untuk dapat dilakukan pencetakan, karena dikhawatirkan jika langsung untuk mencetak akan menyebabkan terbuangnya blanko tersebut, data yang akan dicetak sewaktu-waktu bisa saja berubah pada saat proses menunggu tersedianya blanko tersebut,” jelas Azwar. (ady/irwn)

Check Also

Pembukaan Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 berlangsung di Banjarbaru

BANJARBARU – Meskipun, acara yang dihadiri puluhan duta besar dan perwakilan negara sahabat tersebut tak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.