Relawan PP Kalsel Haul Guru Sekumpul Tanpa Pamrih Yang Berharap Ridho-Nya

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Menjadi relawan pengatur lalu lintas tentulah mengalami suka duka. Mengatur bersama Petugas Lantas Polres Banjarbaru yg terbatas, sedangkan kendaraan baik roda dua hingga truck dan bus menjejali dari segala penjuru baik dari wilayah kalimantan sendiri, bahkan dari Kalimantan Tengah dan Timur.

Bundaran simpang empat ikon ko Banjarbaru salah satu titik terpadat sebagai pintu masuk ke Martapura Kabupaten Banjar dimana Haul Guru Sekumpul ke 13 pada Minggu (25/3).

Terlebih lagi pada Haulan Ulama Kharismatik itu akan dihadiri Presiden Jokowi. Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan dengan ketua, H Hasnuryadi, terpanggil untuk berperan aktif sebagai organisasi kemasyarakatan, menurunkan anggota Pemuda Pancasila (PP) kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar. Sebanyak 100 anggota PP diterjunkan ditempat-tempat yang sudah di tentukan untuk membantu petugas Satlantas.

Sebagai Relawan tidak hanya ikut mengatur kelancaran lalu lintas bagi jamaah yang akan menuju komplek Ar-Raudah tempat acara Haul Guru Sekumpul, tapi juga seperti di posko simpang empat, Srikandi PP turut ambil bagian membagikan minuman dan kue juga nasi bungkus kepada jamaah.

“Mengatur lalin itu nggak gampang, mesti sabar, mesti bisa ajak orang sabar. Kendati ada saja penghuna jalan tidak sabaran dengan memberikan pengertian yang terkadang  dimarahin orang juga,” kata Abdul Haris Koordinator lapangan, seraya menyebutkat itu terjadi pada pulangnya jamaah seusai acara Haulan pada malam hari puncak kepadatan Lalin.

Kepadatan kendaraan ditambah cuaca hujan mulai turun pada Minggu malam pukul 20.00 wita, tentu saja menambah beban dan stamina anggota anggota PP terus tanpa henti memberikan bantuan mengatur lalin di tempat masing-masing tanpa perduli dengan dinginnya hujan dimalam hari.

Amonisi semangat relawan PP makin menguat dengan kehadiran Kapolres AKBP Kelana Jaya turun langsung memimpin yang tak segan-segan berlari-lari seputaran Bundaran mengarahkan baik kepada petugasnya maupun penggendara demi menghindari kemacetan.  Ka-Kandihub Banjarbaru Yani Makke juga tidak mau kalah terlihat ikut turun mengatur rekayasa Lalin dengan sistem buka tutup.

Banyaknya kendaraan yang mengangkut para jamaah itu tak terhitung jumlahnya, dan kecepatan hanya bisa merayab yakni 5-10 km perjam. “Lima jam perjalan baru bisa nyampai bundaran” kata salah seorang pengendara jenis mobil. Padahal jaraknya hanya 5-7 kilo meter dari Martapura.

Tepat dini hari pukul 12 malam hujan terus mengguyur, kendaraan terus saja berdesak-desakan belum terliat ada tanda-tanda kurangnya volume yang menjejali batas kota.  Relawan PP terus dengan semangat melayani, tulus dan ikhlas membantu Satlantas Polres Banjarbaru memberikan yang terbaik bagi para jamaah menggunakan kendaraan untuk pulang ketempat asal.

Ketahanan mental dan fisik relawan anggota PP teruji meski jam sudah menujukan pukul 02.00 Wita, terpaan angin dan hujan masih turun, tidak mengendurkan semangat bekerja tanpa pamrih, yang kesemuanya mengharapkan ridho Allah semata sebagaimana sebelumnya mendapat wijangan dari H AR Iwansyah Ketua Majelis Pimpinan Orgasasi (MPO) PP Kota Banjarbaru, bahwa Relawan anggota PP hendaknya dalam menjadi relawan benar-benar dengan Naithu yang tulus dan ikhlas yang berharap ridho Allah semata, dan dapat dirasakan kehadiran PP sebagai relawan terasa manfaatnya bagi orang banyak, terlebih lagi tugas mulia tidak dijadikan beban tapi justru sebagai Ibadah, kata Haris mengutif wijangan H Iwan. (aha-bjb)

279 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Pembangunan Daerah Hulu Perlu Perhatian Pemerintah

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Pembangunan daerah hulu Kabupaten Kapuas perlu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kapuas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.