Deklarasi Umat Baragama, Untuk Menghindari Konflik di Banjarbaru

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Sebagaimana dikerahui bersama masyarakat Kota Banjarbaru terdiri dari berbagai agama, suku dan etnis. perbedaan dan keanekaragaman ini sudah barang tentu memerlukan kebijakan dan toleransi kita bersama dalam menyikapinya, karena berpotensi menimbulkan kerawanan konflik di masyarakat.

Hal itu disampaikan Walikota Banjarbaru, Drs. H. Nadjmi Adhani, MM, pada acara Deklarasi Kerukunan Umat Beragama, pada Selasa (27/3) di Taman Van Dir pilj Banjarbaru.

Dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarbaru, H. AR. Iwansyah, Dandim 1006/Mtp, Letkol Inf. Ghofar Ngismangil, Kapolres Kota Banjarbaru, Kelana Jaya, SIK, MH, Danyonif 623/BWU diwakili Pasi Intel, Kapten Inf Pupun Punanjar, Ka Kemenag Kota Banjarbaru, H. Zaenal Ilmi, SAg, MPd. I, Kaban Kesbangpol, Drs.H.Hilman, Ketua MUI, KH. Nafiyah Muhja,   Ketua KPU, LPM  Bawaslu,  FKDM, Camat,  Lurah se Kota Banjarbaru, Pengurus FKUB, seluruh Penyuluh Agama, Tokoh-tokoh Agama dan Masyarakat se Kota Banjarbaru, pengurus Masjid, Gereja Kristen Protestan,  Gereja Kristen Katolik, Pura, pimpinan Pondok Pesantren, Ketua Forum RT/RW,  NU, DMI, Muhammadiyah, Ketua Partai Politik, seluruh pengurus OKP, dan pengurus LDII Kota Banjarbaru.

“Kami Pengurus dan Jamaah Rumah Ibadah Sepakat untuk: Menolak Politisasi Tempat Ibadah untuk Kampanye, Menolak Radikalisme, Menolak Politisasi SARA, Menjaga persatuan dan kesatuan umat agar tidak terpecah ditahun politik, Menolak penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.”

Deklarasi bersama sama dibacakan dari, Perwakilan Umat Islam DMI, KH. Adnan Nawawi. Kristen Protestan Pdt Yoseph. Katholik Romo Geby. Hindu Ketut Suyasa, Budha Slamet. Dan Unsur Forkopimda Kota Banjarbaru. Yang dilanjutkan Penandatanganan Deklarasi Kebangsaan.

Dengan deklarasi diharapkan seluruh warga Kota Banjarbaru dapat menyamakan persepsi dalam membangun semangat kebersamaan dan toleransi serta mendorong komunikasi dan interaksi efektif antar umat beragama dimasa mendatang.

Mengingat Kota banjarbaru terdiri dari berbagai suku, agama dan ras dan dengan pelaksanaan deklarasi dapat menjadi komitmen bersama untuk menjaga kerukunan umat beragama. Kondisi saat ini suhu politik mulai meningkat dan kesepakatan bersama bahwa menjaga kerukunan dan persatuan umat adalah tanggung jawab bersama dari seluruh elemen yg ada di Kota Banjarbaru.

Untuk mencegah potensi buruk demi kebaikan masyarakat dan daerah kita kedepan dengan deklarasi ini, kata Nadjmi, kita bersama mulai dari sekarang harus giat merapatkan barisan dan kewaspadaan terhadap gejala perpecahan ditengah masyarakat yang disebarkan oleh munculnya isu maupun oknum yang sengaja dan memiliki maksud tertentu untuk memecah persatuan dan kesatuan di masyarakat. (aha-bjb)

Check Also

Pembukaan Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 berlangsung di Banjarbaru

BANJARBARU – Meskipun, acara yang dihadiri puluhan duta besar dan perwakilan negara sahabat tersebut tak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.