Kenaikan BBM Adanya Kenaikan Harga Dipasaran Dunia

 Umum

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – BBM umum seperti Premium sebenarnya sudah dicabut subsidinya, namun pemerintah masih menahan subsidi tersebut agar BBM untuk umum tidak naik, kata Endo Eko Satryo, Sales Eksekutif Retail cabang Pertamina Kalsel, menjelaskan seraya dengan naiknya harga minyak mentah dan melemahnya rupiah pada kurs dolar Amerika, Rabu (04/04), Pertamina sebagai BUMN dan Badan Usaha seperti AKR bisa penyesuaian harga BBM Non Subsidi seperti pertalite dan pertamax.

“Sedangkan BBM jenis premium dan solar, sebenarnya pertamina setiap tahunnya mengalami kerugian perharinya Rp60 miliar perharinya secara nasional, dan untuk Kalimantan Selatan mencapai Rp 1 triliun rupiah,” katanya menjelaskan diintern pertamina akibat dari selisih harga harga minyak di pasaran dunia.

Adanya kesulitan tersedianya BBM jenis premium di SPBU sebagaimana ditanyakan pendemo, bahwa khusus di wilayah Banjarbaru BBM jenis premium sejak 2015 sudah tidak lagi dijual di SPBU yang ada di Banjarbaru, “Dan itu tidak ada masalah di SPBU disana,” jelasnya.

Namun tambahnya, pemerintah dan pertamina tidak ada niatan menghapus BBM jenis premium, dan masih tersedia di SPBU di Kalimantan selatan, katanya menerangkan.   Sebelumnya   mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Ilmu kemasyarakatan (LSIK) berunjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel, Selasa (3/4) kemarin.

Unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa itu merupakan sebagai protes adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, pertamax dan dexlite.

Aktivis LSIK  menilai, kenaikan harga BBM oleh pemerintah merupakan sebuah ketidak becusan pemerintah dalam mengelola kebijakan di tengah  kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi. (adw/aha-bjm)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts