Ketagihan, Sopir Tahanan Kejari Banjarmasin Menyambi Jadi Kurir Sabu

 Crime & Hukum, Umum

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin Kalimantan Selatan tercoreng oleh oknum honorer pegawainya. Oknum yang berinisial MR sebagai sopir mobil tahanan, diamankan jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel karena diduga berusaha menyeludupkan sabu ke dalam Lapas Teluk Dalam Banjarmasin. Penggeledahan di tubuh MR, ditemukan sabu seberat 44,48 gram.

MR tergiur dengan keuntungan Rp 1,5 juta sebagai kurir sabu untuk menyusupkan ke LP, perbuatan yang mencoreng aparat penegak hukum, bukannya untung justru bakal merasakan dingin hanyatnya di dalam bui.

Informasi yang diperoleh,  pelaku sempat menikmati hasil menjadi kurir sabu ke salah satu penghuni Lapas Teluk Dalam, hanya satu kali antar, bisa mendapatkan keuntungan Rp1,5 juta. Akan tetapi, begitu akan melakukan aksi kedua, dia disergap anggota Ditres Narkoba Polda Kalsel. Sopir bus antar jemput tahanan ini, diringkus di parkiran LP Teluk Dalam, Selasa (24/04).

Menurut pengakuan pelaku sudah dua kali nyambi sebagai kurir sabu ke Lapas Teluk Dalam, dikemukakan MR ketika ditanya Kapolda Kalsel, Brigjend Rachmat Mulyana, saat gelar kasusnya di Mapolda Kalsel, Kamis (26/04), kepada awak media.

Untuk sekali antar benda laknat itu ke salah satu calon warga binaan di LP Teluk Dalam yang kasusnya tengah berjalan di PN Banjarmasin, MR mengaku diupah Rp1,5 juta.

“Selama ini sudah dua kali. Untuk sekali antar diupah Rp 1,5 juta,” ujar MR yang dihadirkan dalam jumpa pers tersebut dengan pakaian khas, rompi warna orange.

MR mengaku, sabu seberat 48,84 gram yang hendak diantarnya, diterimanya dari seseorang yang tidak dikenal. Rencananya , sabu hendak diserahkan ke salah seorang penghuni Lapas Teluk Dalam, Banjarmasin. Namun keburu diringkus.

“Kalau yang ini, diantar sama orang pas saya mau mengantar tahanan sidang,” kata MR, mengaku sebagai honorer kejaksaan degan gaji hanya Rp 1,2 juta per bulan. Sehingga nyambi untuk mencukupi keperluan rumah tangganya.

Kapolda mengatakan, masih terus mendalami kasus ini. Karena kuat dugaan, pelaku merupakan bagian dari jaringan pemasok sabu dari Malaysia yang beberapa orang komplotannya telah diringkus.

“Terus kita dalami. Kuat dugaan, pemasoknya jaringan Malaysia yang beberapa waktu lalu kita tangkap,” kata orang nomor satu di jajaran kepolisian Kalsel ini. (aha/humpolres-bjb)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts