‘Save Pulau Laut’ Puluhan Wanita Cantik Bagi Bunga, Tolak Tambang

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Sejumlah perempuan cantik memakai kaos warna merah dan hitam dengan memakai ikat kepala bertuliskan “Save Pulau Laut” terlihat membagikan bunga mawar dan bandu dibeberapa persimpangan lampu merah di Kota Banjarmasin, Kamis (03/05/) pagi kemarin.

Seperti di perempatan Jalan Cemara Raya Kayutangi, sejak pukul 07.00 WITA puluhan dara cantik membagikan bunga mawar kepada pengendara yang lagi berhenti di lampu merah.

“Ini adalah aksi kepedulian kami terhadap Pulau Laut. Kami tidak mau pulau itu di tambang karena akan sangat merugikan masyarakat, Pulau Laut bisa tenggelam jika di tambang,” ujar Irnawati, koordinator aksi.

Irnawati menyampaikan, di persimpangan Jalan Cemara Raya sebanyak 13 orang perempuan cantik diturunkan membagikan 300 bunga mawar dan 100 buah bando.

“Bunga mawar melambangkan keindahan, jadi pulau yang indah jangan dirusak,” paparnya.

Pegawai salah satu rumah sakit di Banjarmasin ini mengaku mendukung Surat Keputusan (SK) gubernur Kalsel yang mencabut Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) milik PT SILO Group karena jika diizinkan beroperasi akan mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan di Kabupaten Kotabaru.

“Saya mendukung kebijakan paman Birin (gubernur,red) yang mencabut izin pertambangan PT SILO di Pulau Laut Kotabaru,” ujarnya.

Irnawati juga mengharapkan semua elemen masyarakat di Kalimantan Selatan mendukung kebijakan gubernur atas pencabutan izin tambang.

“Tentu saja dengan dukungan semua lapisan masyarakat atas dicabutnya izin tambang di Pulau Laut, maka kegiatan pertambangan tidak akan bisa berjalan,” tandasnya. (adw/ans)

217 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Jajaran PDAM Kapuas Gelar Buka Bersama

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Jajaran keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Kalimantan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.