Satres Narkoba Polres HST Ringkus Pengedar Carnophen di Barabai Darat

 Crime & Hukum, Daerah, Umum

image

Suaraborneo.com, BARABAI – Polres Hulu Sungai Tengah, masalah penyalahgunaan narkoba bukan merupakan permasalahan yang dibebankan pada aparat penegak hukum saja, dalam hal ini Polri tetapi upaya pemberantasannya tanpa didukung dan dibantu oleh masyarakat yang anti penyalahgunaan Narkoba Polri belum tentu berhasil. Sat Narkoba Polres HST melakukan giat penangkapan terhadap pelaku penyalahguna Narkoba, Kamis (03/05/) kemarin sekitar jam 10.00 Wita. “Kemarin pagi, Sat Res Narkoba Polres HST berhasil menangkap satu orang pengedar obat jenis carnophen” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo SIK MH.

Pelaku berinisial MD (36) warga Jalan Hivea RT04 / 02 Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. MD ditangkap Sat Narkoba Polres HST karena sering mengedarkan obat jenis Carnophen. Kronologis penangkapan pelaku bermula saat anggota dari Sat Res Narkoba Polres HST mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Kelurahan Barabai Darat sering terjadi transaksi jual beli narkoba.

Menyingkapi laporan tersebut, maka petugas segera melakukan penyelidikan disekitar TKP. “Menurut dari keterangan warga, pelaku ini sering menjual belikan obat jenis carnophen di Kelurahan Barabai Darat,” jelas Sabana Atmojo.

Dari hasil penyelidikan tersebut mengarah kepada rumah pelaku MD. Petugas segera melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap pelaku. Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan petugas menemukan barang bukti berupa 3 box obat carnophen sebanyak 300 butir obat jenis carnophen yang disimpan pelaku didalam kulkas.

 Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti 1 (satu) buah hp merk Mito warna hitam milik pelaku dan uang tunai sebesar Rp. 200.000 didalam kantung belakang celana pelaku yang diakui pelaku sebagai uang hasil penjualan carnophen sebelumnya.

 Selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres Hulu Sungai Tengah guna penyidikan lebih lanjut. “Barang bukti yang diamankan berupa tiga ratus butir obat jenis carnophen, uang dua ratus ribu rupiah dan handphone milik pelaku yang digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan para pembelinya,” lanjut Kapolres.

“Pelaku akan dijerat dengan pas al 197 jo 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” tegas Kapolres Sabana Atmojo. (adw/humpolres-hst)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts