Kakek Salman Korban Lakalantas Kesulitan Urus Jasa Raharja

B10
SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Sungguh malang nasib Kai (Kakek) Salman (60) seorang buruh serabutan yang tinggal menumpang di rumah kosong bersama istri dan 2 orang anaknya (tinggal tak jauh dari mesjid agung jalan Trikora), kini terbaring lunglai dibangsal nuri RS Idaman Banjarbaru sejak 30 April 2018 karena kaki kirinya patah akibat lakalantas di ruas jalan Trikora (tabrakan berlawanan arah). Pada  peristiwa lakalantas  itu aparat Polres Banjarbaru juga datang  untuk olah TKP dan mengamankan barang bukti 2 buah sepeda motor yang bertabrakan. Namun demikian pihak keluarga menyayangkan hingga hari ke-6 opname di RS Idaman belum ada titik terang terkait jaminan dari asuransi jasa raharja karena pihak kepolisian belum  mengeluarkan surat laporan lakalantas.

Dalam hal ini, wakil pihak keluarga sudah berusaha untuk mengurus Ke Polres Banjarbaru namun hasilnya nihil. Konon salah satu penyebab kandasnya proses tersebut dikarenakan pihak Kai Salman membatalkan kesepakatan damai yang dilakukan secara lisan sebelumnya. Sementara pihak Kai Salman sudah melaporkan ihwal pembatalan kesepakatan damai yang disebabkan karena tidak tercapainya mufakat pada pembicaraan damai tahap kedua ke Polres pada hari ke-2 terjadinya lakalantas.

Oleh  petugas yang menangani perkara di TKP pada saat itu, wakil keluarga diminta datang ke Polres pada hari ke-4 dengan membawa beberapa persyaratan. Dan alangkah terkejutnya keluarga Kai Salman ketika pada hari ke-5 mendapat khabar dari oknum petugas lantas bahwa Kai Salman gagal  diperjuangkan untuk mendapatkan jaminan Jasa Raharja.

Mendengar berita itu, istri dan kedua anak Kai Salman hanya bisa meratap sedih, memikirkan biaya operasi dan pengobatan penyembuhan di RS. Untuk  keperluan operasional sehari-hari di RS saat ini saja mereka bergantung  pada uluran hamba derma yang mengenal Kai Salman selama ini.

Melalui media sosial ini keluarga Kai Salman berharap saran, masukan, dan solusi dari semua pihak dalam  menempuh jalan berliku memperjuangkan haknya sebagai kaum dhuafa  untuk memperoleh haknya, jaminan asuransi jasa raharja.

Demikian informasi disampaikan semoga bermanfaat. Amiin YRA. Demikian tulis Dianna Yanesshe di akun Facebook pribadinya, yang mengundang tanggapan dan simpatik pada kai Salman yang masih terbaring di RS Idaman Banjarbaru. Bahkan salah seorang wakil rakyat kota Banjarbaru ikut berikan komentar dan mencarikan solusi utk meringankan beban biaya selama di RS.

HR Budiman, Baskoro Takyin, mohon di bantu pian sebagai wakil. pak Dwie Tj beliau ini alamatnya gak jauh dari lingkungan pian mohon di bantu, Komen David, dan langsung di tanggapi Baskoro Takyin; Siap!! ulun  sudah membantu mulai masuk IGD dan mendampingi sampai sekarang. Terima Kasih.

Kalaulah  jasa raharja tidak bisa # dihadirkan, Insya Allah sudah ada skenario  #gotong royong. Banjarbaru bisa bisa bisa…. Tulis Baskoro pada komennya.  (aha-bjb)

Check Also

Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla di Kabupaten HST

BARABAI – Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Darurat Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.