Pesta Pernikahan Puteri Walikota Banjarbaru, Bernuansa Tradisional

B11
SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Pesta resepsi perkawinan oleh orang nomor satu di Banjarbaru, yakni Nadjmi Adhani telah menikahkan puteri sulungnya Karina Shopia Adhani SH MKn, dengan Muhammad Rinaldy Akbar SH, Minggu (06/05), berlangsung di Gedung Bina Satria dan Lapangan Murjani kota Banjarbaru.

Pernikahan  di  resepsi “The Widding”  bernuansa tradisional menampilkan musik has Banjar “Panting”. Sebelumnya pada Sabtu di acara akad nikah, telah dilangsungkan batamat (hatam) Al-Qur’an.

Ucapan melalui karangan bunga ucapan selamat kepada kedua mempelai yang menunjukkan kemeriahan dan  dari warga Kalimantan Selatan khususnya Banjarbaru berderet di seputar lokasi Lapangan Murjani.

Namun di kemegahan dari dekorasi yang menghiasi pelaminan dan setia sudut Gedung baik didalam maupun diluar gedung. Ada hal istimewa dan menjadi perhatian para undangan yang sejak pagi sudah memenuhi gedung dan Lapangan Murjani, yakni kedua mempelai datang menggunakan “Naga” bak raja dan permaisuri.

Dalam upacara perkawinan bagi urang Banjar bahari (orang Banjar jaman dulu), naga dianggap sebagai penolak bala, yang bisa menawarkan gangguan alam (angin ribut dan hujan lebat) dan simbol pengharapan agar mempelai tidak mendapat halangan dalam bahtera rumah tangga.

Kepala Naga Darat adalah suatu bentuk kepala naga yang diletakan pada kendaraan pengantin pria yang diarak menuju pengantin wanita di alun-alun atau halaman rumah. Kepala naga ini dibuat dari kayu dengan hiasan berupa sisik, sulur daun dan bunga.   Tentu saja adat tradisi bahari yang jarang dijumpai pada pesta resepsi perkawinan di perkataan membuat detak kagum para tamu undangan.

Kedua mempelai mengenakan busana adat Banjar bertahtakan manik-manik keemasan dengan untaian kembang rinting di mahkota laksana Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih sebagaimana legenda masyarakat Banjar.

Dibalik kemegahan dan kemeriahan sebuah pesta resepsi perkawinan, terkandung kesan dan pesan sangat dalam. Khususnya bagi warga Banjarbaru yang penduduknya bermacam-macam suku dan budaya. Budaya Banjar yang kian pudar karena pengaruh moderenisasi, yang mestinya budaya sendiri terus dilestarikan.

Selamat dan sukses kepada Nadjmi Adhani sebagai walikota Banjarbaru ternyata sangat perduli pada budaya tanah leluhur. Dan selamat berbahagia buat Karina dan Aldy semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. (aha-bjb)

Check Also

Kejari Pangkep Sulsel, KPPN dan KBB Sulteng Apresiasi Aksi Relawan Kalimantan Peduli Bertugas di Sulteng

PALU, SuaraBorneo.com – Kejari Pangkep Sulawesi Selatan M Firmansyah Subhan SH.,MH apresiasi relawan Kalimantan Peduli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.