SP3 Rizieq Menuai Kontroversi dan Berbagai Persepsi

Suaraborneo.com – Terbitnya Surat Perintah Penghentian Perkara (SP3) untukĀ  Rizieq Shihab atas kasus dugaan penodaan lambang negara dan pencemaran orang yang sudah meninggal, menuai kontroversi dan menimbulkan berbagai persepsi.

Persepsi itu muncul setelah adanya Pertemuan Jokowi dan Alumni 212 yang kemarin muncul foto di publik, maupun pertemuan sebelumnya yang tidak muncul dipublik, persepsi itu semakin menjadi ingatan publik ketika di media Moeldoko menyebutkan jika status tersangka Rizieq bisa saja dicabut.

Atas hal tersebut di atas Cahyo Gani Saputro Wakil Sekjen Keluarga Besar Marhaenis sangat menyayangkan apabila persepsi publik tersebut benar adanya, apalagi hal tersebut diperkuat pernyataan alumni 212 dan kuasa hukum Rizieq.

Tentunya kami sebagai Soekarnois, Barisan Soekarnois sangat menyayangkan bila perkara yang menyangkut kasus dugaan penghinaan terhadap Bung Karno dan Pancasila yang merupakan Dasar Negara, apabila adanya upaya intervensi sebelum ada putusan dari lembaga peradilan, agar tidak menimbulkan pro dan kontra serta berbagai persepsi di masyarakat.

Oleh karenanya penting penjelasan secara resmi yang disampaikan oleh Jokowi secara terang dan jelas bahwa tidak ada intervensi terhadap hal tersebut di atas, karena ini menyangkut Pancasila dan Proklamator. (*/adw)

127 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Jajaran PDAM Kapuas Gelar Buka Bersama

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Jajaran keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Kalimantan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.