Polda Kalsel Gelar Konferensi Pers Ungkap Peredaran Sabu dan Pencabulan Anak Dibawah Umur

image

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Konferensi pers Polda Kalsel hasil pengungkapan tindak pidana narkoba jaringan lapas Karang Intan Martapura dan tindak pidana pencabulan anak, Selasa (08/06) yang digelar di depan Gedung Utama Polda Kalsel yang dihadiri langsung oleh kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana, Dir Resnarkoba, Kepala BNNP, Kadisdik Banjarbaru, dan KA P2TP2A.

Adapun hasil dari penangkapan tindak pidana narkoba ini merupakan pengembangan penangkapan tersangka  di Tanah Bumbu yang sengaja dilepaskan karena di sinyalir masih ada bandar Narkoba lain yang lebih besar lagi, dan benar saja pada sore harinya Ditresmob narkoba  Polda Kalsel berhasil menangkap lagi seorang tersangka yang bernama Mail alias Amak bin Badrun warga jalan Prona I, gang Indra Jaya kelurahan Pemurus dengan barang bukti 300 gram Sabu dan 637 butir Ekstasi jenis micky mouse namun setelah dikembangkan lagi dari interograsi mendalam kepada tersangka maka kembali ditemukan 1.700 gram sabu yang tempat penyimpanannya tidak jauh dari tempat tinggal tersangka yaitu di Gang Pembangunan yang juga terletak di kelurahan Pemurus.

Barang haram tersebut disinyalir dibawa tersangka dari daerah Kalteng dan rencananya akan di edarkan dalam bentuk paket hemat siap saji di  wilayah Kalsel, dan tersangka Mail alias Amak ini  diduga kuat masih berkaitan dengan salah satu tersangka yang masih berada di dalam lapas. Jadi total hasil barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh Ditresmob Narkoba Polda Kalsel dari penangkapan tersangka tersebut berjumlah  2  kg sabu dan 637  butir pil ekstasi, tentunya pihak kepolisian sampai sekarang masih ini terus mengembangkan kasus tersebut hingga tuntas, pada kesempatan tersebut Kapolda juga menghimbau agar seluruh stekholder juga turut membantu pemberantasan peredaran barang haram ini sebab menurut mengamatan beliau selama ini cuma Ditresmob Narkoba dan BBN yang dinilai serius dalam pemberantasan Narkoba di Kalsel.

Pada saat yang bersamaan Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana yang didampingi oleh Kadis Pendidikan kota Banjarbaru  juga menyampaikan dugaan tindak Pidana Pencabulan Anak dibawah umur yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru PNS di wilayah  dinas pendidikan kota Banjarbaru, awal kasus ini diketahui dari laporan salah seorang anak pada bulan April 2018 yang lalu yang memberanikan diri melaporkan pada Polres setempat, dan  tersangka berhasil ditangkap pada hari kemarin Senin (07/6/2018) di daerah Kalbar oleh Tim Resmob, menurut keterangan Kapolda Kalsel dihadapan awak media pelaku pencabulan ini diduga melakukan aksi pencabulan tersebut dengan modus pengancaman dan modus les privat kepada anak yang masih dibawah umur, sampai saat ini menurut keterangan yang diperoleh dari tersangka kurang lebih sudah 20 orang anak laki-laki yang menjadi korban aksi pencabulannya, adapun latar belakang pelaku adalah laki-laki yang mempunyai istri namun pada kesehariannya tidak pernah diperlakukan layaknya seorang istri dan lebih menyukai anak dibawah umur.

Kepada tersangka akan disangkakan pasal 82 ayat 2 UU KUHP tentang perlindungan anak yang didalamnya memuat tentang pengancaman dan pencabulan yang ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan namun karena tersangka merupakan salah seorang tenaga pendidik maka hukumannya nantinya akan ditambah 1/3 dari hukumannya, dan kasus ini masih di kembangkan sambil menunggu mungkin masih ada pelapor dari keluarga korban yang lainnya. (ddy)

303 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Dump Truk Hantam Jembatan Sepapan Sanjan Emberas, Alami Laka Tunggal

SANGGAU, SuaraBorneo – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi tepatnya di jembatan sepapan Dusun Sanjan Emberas,Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.