Sidang Perdana Gugatan PMH Dewan Pers ‘Mangkir’ di PN Jakarta Pusat

Ket Foto: Ketum PPWI, Wilson Lalengke dan Ketum DPP SPRI, Hence Mandagi

SuaraBorneo.com, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana gugatan perbuatan melawan hukum terhadap dewan pers yang diajukan oleh dua organisasi wartawan yakni Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke menjelaskan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada hari ini sekira pukul 09.00 WIB akan menggelar sidang perdana gugatan perbuatan melawan hukum Dewan Pers dengan agenda pembacaan tuntutan gugatan dari pihak pemohon.

Wilson menjelaskan, pihaknya sudah sangat siap dan yakin akan menang dalam sidang gugatan perbuatan melawan hukum dewan pers yang akan dilangsungkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk hadir pada Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Dewan Pers yang akan digelar hari ini Rabu, 9 Mei 2018 pukul 09.00 WIB di PN Jakarta Pusat,” tambah Ketum DPP SPRI, Hence Mandagi.

Dijelaskannya, dasar perkara adalah kebijakan dan Aturan Dewan Pers yang mewajibkan semua wartawan ikut Uji Kompetensi Wartawan-UKW, lewat Lembaga Sertifikasi Profesi bentukan Dewan Pers (bertentangan dengan pasal 18 Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan), dan mewajibkan Perusahan Pers diverifikasi oleh Dewan Pers (seperti SIUP era Orba).

Kedua kebijakan ini berpotensi mengancam wartawan yang belum ikut UKW dan media yang belum diverfikasi dapat dikriminalisasi. “Terbukti Dewan Pers pernah membuat rekomendasi kepada pengadu agar meneruskan perkara pers ke aparat kepolisian karena pertimbangan bahwa wartawannya belum ikut UKW dan medianya belum diverifikasi,” sebutnya.

Gugatan ini lanjutnya, bertujuan untuk melindungi kebebasan pers agar wartawan tidak terkena jerat hukum dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Dengan ini kami mengharapkan kepada para rekan-rekan pers sekalian untuk hadir memberi dukungan atau meliput langsung sidang ini,” pintanya.

Dewan Pers tidak hadir di persidangan perdana hari ini, Rabu 9 Mei 2018. Sesuai pengecekan oleh Hakim Ketua, surat undangan mengikuti persidangan sudah diterima oleh Dewan Pers, namun mereka absen di persidangan. Hakim memutuskan persidangan hari ini SAH, sebagai persidangan pertama.

Pengadilan akan mengirimkan surat panggilan kedua kepada Dewan Pers untuk menghadiri sidang kedua berikutnya, yakni pada Senin, 21 Mei 2018 mendatang.

Semoga Dewan Pers dapat memberi contoh yang baik dengan tidak mangkir dari panggilan pengadilan untuk kedua kalinya. Terima kasih. (adw/jnn)

Check Also

Jelang Maulidan Bersama Guru Zuhdi, Kapolres Banjarbaru dan 10.000 Jamaah Sholat Subuh Berjamaah

BANJARBARU – Program Shalat Subuh Keliling (Suling) ke masjid-masjid yang merupakan Program yang digagas Polri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.