Kronologi Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, 5 Polisi dan 1 Napi Terorisme Tewas

B10

Ket foto: Ipda (Anumerta) Yudi Rospuji dan keluarga semasa hidupnya

SuaraBorneo.com, JAKARTA – Rilis informasi yang diketahui hingga kini terkait kerusuhan di Mako Brimob, Selasa malam, 8 Mei 2018.

Selasa, Pukul 18.30: Para narapidana teroris selesai melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Berawal dari seorang tahanan yang bernama Wawan, menanyakan soal makanan yang dikirim dari pihak keluarganya. Salah satu dari petugas jaga menyampaikan titipan makanan dipegang anggota lain.

Selasa, Pukul 19.05: Tiba-tiba suara dari blok C terdengar teriakan kata-kata ‘sipir anjing’ dari narapidana teroris atas nama Wawan yang menjadi provokator pemicu awal kerusuhan berdarah ini.

Selasa, Pukul 19.10: Merasa tidak terima terhadap perlakuan petugas, Wawan kemudian mengajak rekan-rekannya yang lain membuat kerusuhan di penjara.

Selasa, Pukul 19.25: Letupan kerusuhan mulai menjalar di blok B dan C Rutan Mako Brimob.

Selasa, Pukul 20.15: Sebagian tahanan yang beringas sempat membobol pintu dan dinding sel tahanan, kemudian situasi tidak terkontrol. Sehingga, akhirnya para teroris itu menyebar ke luar sel.

Selasa, Pukul 20.30: Kerusuhan kemudian meluas ke ruang penyidik. Akibatnya, sejumlah penyidik yang tengah memeriksa tersangka kasus pidana terorisme lain menjadi sasaran amukan. Sebagian berhasil menyelamatkan diri. Namun, napi teroris berhasil menyandera 6 orang anggota brimob.

Selasa, Pukul 21.05: Akibat insiden tersebut dilaporkan empat orang anggota Brimob terluka memar dan sobek di bagian kepala. Saat ini para korban telah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Salah satu napi teroris diduga tertembak dalam insiden ini. Diduga pada saat ini para napi teroris telah berhasil merebut beberapa pucuk senjata dari anggota Brimob.

Selasa, Pukul 21.15: Setelah insiden itu, aparat kepolisian segera meningkatkan pengamanan di rutan Mako Brimob. Sejumlah polisi bersenjata lengkap dikerahkan melakukan pengamanan.

Selasa, Pukul 21.30: Wartawan mulai mendapatkan informasi tentang jebolnya tahanan napi kasus terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Namun, upaya konfirmasi yang dilakukan ke aparat kepolisian tak mendapat jawaban.

Selasa, Pukul 22.25: Kerusuhan di Mako Brimob meluas di Blok C dan D. Para pelakunya diduga kuat terkait dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Aman Abdurrahman yang terafiliasi dengan ISIS. Ideologi JAD adalah memanfaatkan segala cara dan kesempatan untuk bergerak. Apalagi polisi dianggap musuh mereka.

Pukul 23.20: Konfirmasi didapat dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal yang membenarkan terjadinya kerusuhan di dalam Mako Brimob yang melibatkan tahanan dan petugas. Saat itu, polisi masih berusaha mati-matian menangani kekacauan di dalam Mako.

Rabu, Pukul 00.05: Aparat kepolisian mulai melakukan pengamanan ketat di sekitar Mako. Wartawan diminta menjauh gerbang Mako hingga 200 meter. Di media sosial, mulai bertebaran gambar dan foto yang menyebutkan kondisi saat itu di Mako Brimob.

Rabu, Pukul 00.15: Bahkan, salah satu akun Instagram disebut-sebut sempat melakukan siaran langsung dari dalam rutan Mako Brimob yang berhasil dikuasai para napi kasus teroris.

Rabu, Pukul 00.35: Polisi mulai memasang kawat berduri. Wilayah yang disterilkan juga meluas. Lokasi pintu masuk di area Mako Brimob disterilkan hingga 200 meter. Akses jalan menuju Mako Brimob, tepatnya di Jalan Komjen M Yasin juga ditutup sementara.

Rabu, Pukul 01.07: Karo Penmas Brigjen (Pol) M Iqbal akhirnya memberikan pernyataan kepada pers. Dia membenarkan adanya kerusuhan di dalam rutan di Mako Brimob. Peristiwa itu bermula dari cekcok tahanan dengan petugas. Sejumlah petugas terluka.

Rabu, Pukul 01.15: Jalan Akses UI yang berada di depan Mako Brimob Kelapa Dua ditutup sementara. Di sepanjang jalan ini, banyak disebar personel Brimob.

Rabu, Pukul 02.15: Sejumlah personel polisi diperintahkan untuk bersiap siaga. Secara serentak, para personel mengokang senjata laras panjang yang dibawa. Setelah itu, terdengar perintah agar para polisi yang dilengkapi dengan helm dan rompi antipeluru tersebut mengambil tempat masing-masing untuk melindungi diri.

Rabu, Pukul 05.30: Kendaraan pribadi maupun masyarakat yang berjalan kaki dilarang melintas di depan Mako Brimob.

Rabu, Pukul 07.39: Penjagaan ketat masih dilakukan. Anggota Brimob dengan senjata laras panjan juga masih berjaga. Jalan Akses UI masih tetap tak bisa dilalui warga. Sejumlah mobil pejabat Polri mulai berdatangan masuk ke dalam Mako Brimob.

Rabu, Pukul 08.30: Hingga pagi, kerusuhan masih berlangsung. Beberapa anggota TNI menggunakan truk juga terpantau memasuki Mako Brimob

Rabu, Pukul 09.03: Rombongan mobil ambulans kembali masuk ke Mako Brimob. Ada 7 mobil ambulans yang masuk bergantian di Mako Brimob yang akan digunakan untuk mengangkut jenazah. Tak lama berselang mobil Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) juga menuju ke Mako Brimob.

Rabu, Pukul 09.30: Kondisi Gubernur DKI Jakarta ke-17 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini ditahan di Mako Brimob dipastikan aman.

Rabu, Pukul 11.30: Polri menyebut situasi sudah mulai kondusif.

Rabu, Pukul 14.30: Wartawan mendapatkan informasi lima dari enam polisi yang disandera telah dibunuh secara keji oleh para tahanan. Seorang polisi lainnya masih disandera hingga saat ini.

Rabu, Pukul 15.50: Didapatkan informasi, Kapolri telah memutuskan mempercepat kepulangannya dari kunjungan di Yordania dan diperkirakan tiba di tanah air sore ini.

Rabu, Pukul 17.05: Kondisi di dalam Rutan mulai tenang, negosiasi untuk membebaskan sandera tetap dilanjutkan.

Rabu, Pukul 17.45: Kurang dari 23 jam pasca kerusuhan, kawasan sekitar Mako Brimob, Depok masih steril. Tidak ada kendaraan yang diizinkan lewat.

Rabu, Pukul 17.50: Adzan Maghrib berkumandang, polisi bersenjata laras panjang terlihat masih tetap bersiaga.

Berikut identitas 5 anggota polisi yang gugur dalam tugas:

  1. Bripda Syukron Fadhli
  2. Ipda Yudi Rospuji
  3. Briptu Fandy
  4. Bripka Denny
  5. Bripda Wahyu Catur Pamungkas

Tahanan teroris yang tewas:

  1. Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru
  2. Napi teroris lainnya yang sempat berhasil dilumpuhkan belum dapat dikonfirmasi keberadaannya (?) (adw/wz-jkt)

Check Also

Jelang Maulidan Bersama Guru Zuhdi, Kapolres Banjarbaru dan 10.000 Jamaah Sholat Subuh Berjamaah

BANJARBARU – Program Shalat Subuh Keliling (Suling) ke masjid-masjid yang merupakan Program yang digagas Polri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.