Dardiansyah: Kelangkaan BBM Premium di Kalsel, Ada Apa Ini

 Umum

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium atau bensin di wilayah Kalimantan Selatan terus terjadi. Bahkan bensin pernah kosong tidak ada sama sekali dijual di SPBU. Yang ada hanya Pertalite dan Pertamax. Tentu ini sangat merugikan masyarakat terutama yang hidup pas-pasan alias kurang mampu. Mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk beli bahan bakar non subsidi tersebut.

Kelangkaan bensin ini  mendapat perhatian serius dari wakil rakyat yang ada di DPR-RI dari Komisi VII dapil Kalimantan Selatan, Dardiansyah. Menurut politisi dari PDIP tersebut, Pertamina adalah institusi yang paling bertanggung jawab atas langkanya bensin di Kalimantan Selatan.

“Saya berharap Pertamina betul-betul melakukan pengawasan disetiap SPBU, sehingga mengetahui apa penyebab terjadinya kelangkaan BBM jenis Premium tersebut,” ujarnya kepada awak media akhir pekan tadi.

Dardiansyah bahkan mengaku heran kenapa bahan bakar minyak jenis premium langka di masyarakat, padahal minyak jenis ini paling banyak masyarakat yang membutuhkan terutama bagi masyarakat kecil yang tergolong ekonomi lemah.

“Jika Pertamina menyalurkan BBM jenis premium sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, lalu kenapa terjadi kelangkaan. Pertamina harus melakukan pengawasan lebih intensif sehingga kelangkaan bensin tidak terulang lagi,” paparnya.

Menurut politisi yang akrab dipanggil Dardi tersebut, Komisi VII DPR-RI hampir setiap minggu melakukan dengar pendapat dengan Pertamina. “Menurut Pertamina peruntukan BBM untuk Kalimantan Selatan sangat cukup. Artinya tidak bakal ada yang namanya kelangkaan. Namun faktanya kelangkaan terus terjadi, ada apa ini,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.

Dardi menduga kelangkaan ini diakibatkan lemahnya pengawasan Pertamina sehingga ada yang bermain dalam mekanisme penyaluran. “Bahkan saya lihat pemilik SPBU tidak jarang hanya mengutamakan para pelangsir sehingga antrean di SPBU kerap mengular,” ujarnya.

Dardiansyah berharap BBM jenis premium dapat normal kembali, sehingga masyarakat tidak dirugikan  dengan “dipaksa” membeli BBM yang harganya lebih mahal seperti Pertalite dan Pertamax.

Pantauan awak media di sejumlah SPBU di Kota Banjarmasin dan Banua anam, jenis BBM Premium masih sulit diperoleh karena alasan habis dan masih menunggu kiriman dari depo Pertamina

Salah seorang pengendara sepeda motor, Mahyuni saat ditemui mengatakan, ia heran kenapa BBM pertalite yang terus di jual, lalu kemana BBM jenis premium.

“Setiap kali mengisi BBM di SPBU, bahkan hampir disetiap SPBU di Kota Banjarmasin semua mengaku kehabisan jenis Premium, ada apa ini sebenarnya. Bagi kami yang kesulitan ekonomi jenis BBM pertalite dengan harga sekarang sangat memberatkan sekali.” ujarnya menggerutu.

Mahyuni bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan kelangkaan BBM jenis Premium. “Nampaknya kita dipaksakan untuk membeli jenis BBM pertalite dengan kekosongan premium yang sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat ekonomi lemah,” keluhnya.

Pria yang tinggal di Jalan Sultan Adam Kompleks H Andir ini berharap, Pertamina mengeluarkan atau menyalurkan  BBM jenis premium lebih banyak dari Pertalite , karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan BBM jenis premium ketimbang jenis lain karena ketidakmampuan dan sulitnya ekonomi saat ini.” tandasnya. (adw/ans)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts