Kabid Humas Polda Kalsel ‘Bergerak Lawan Hoax’ Bersama IJTI Kalsel

image

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Kegiatan yang digelar di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, juga dirangkai beberapa agenda diantaranya, musda serta dialog dengan menghadirkan  beberapa nara sumber, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP M Rifai, Sekretaris MUI Kalsel M Fadli Mansyur, praktisi Media Sosial dari ULM Banjarmasin Sri Astuti dan Sekjen Ketua IJTI Pusat Indria Purnama Hadi.

Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Mochammad Rifai SIK menyoroti adanya fenomena hoax pihaknya, aktif memantau berita-berita yang berkembang di media sosial. Bersama tim khusus yang tugasnya patroli di dunia siber untuk melakukan mengawasi berita-berita yang berkembang di dunia maya, Sabtu (12/5/2018) kemarin.

Menangkal berita hoax, pihaknya melakukan upaya cepat, dengan melakukan penulusuran sumber berita dan segera melakukan take down agar berita yang tak jelas sumbernya segera ditangkal. Jika memang ada masuk ke ranah hukum, tentunya ada pola penindakan yang disesuaikan dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dilakukan, sebagai upaya konkret dalam melawan dan memberantas hoax.

“Semua dilakukan sesuai prosedur dan kalau pun ada (penindakan) itu akan dilakukan sesuai aturan main baik yang ada di KUHP maupun UU ITE,” tuturnya.

Sri Astuti dari ULM Banjarmasin mengupas soal, menangkal berita hoax kuncinya dengan cara menelusuri siapa yang memproduksi, detailnya, sumber website apa. Misalnya, banyak website yang ditimbal balikan contoh liputan6.com. Kadang-kadang ada dibuat liputan6.hb, bisa dipastikan bukan dari website yang sebenarnya. Tapi dari portal yang tidak resmi.

“Jadi langkah yang perlu diambil harus dianalisis dulu isi berita itu sendiri seperti apa. Kemudian yang paling penting melakukan verifikasi. Guna memastikan kebenaran suatu berita, jadi harus disaring terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sekjen IJTI Indria mengatakan, bagaimana sebuah organisasi bisa hidup dan berjalan secara konsisten. Dalam musda ini nantinya akan ditentukan atau program-program berguna bagi masyarakat, seperti literasi kepada masyarakat. Melakukan kerjasama dengan bidang kehumasan Polisi. “Bagaimana kita memberikan pendidikan, bagaimana menghadapi wartawan agar tidak salah ucap, dan sebagainya.

Indria mengatakan, masih adanya polarisasi antara dua kubu 2014 hingga sekarang dinilainya belum berakhir. “Ada beberapa pihak bisa jadi dua-duanya, mereka memiliki tim yang sengaja membuat isu-isu atau konten-komten yang bersifat hoax. Demi menyerang lawan politiknya,mereka sangat terstruktur. Bisa jadi yang membuat itu tidak memiliki kepentingan,” paparnya.

Nara sumber dari MUI Kalsel, MUI Kalsel meminta masyarakat selalu tabayun ketika menerima informasi di medsos. Bahkan No 24/2017 masyarakat harus bermuamalah lewat medsos. “Hoax itu haram hukumnya, karena menyebarkan informasi yang tak berdasar berita bohong, itu fitnah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut Budi Ismanto kontributor Metro TV kembali didaulat menjadi Ketua IJTI Kalsel masa bakti 2018-2021. Sebagai wakil, Budi Ismanto memilih Nanik Hayati, Jurnalis CNN Indonesia. Sekretaris Suhendar Kepala Biro Kompas TV Banjarmasin dan Wakilnya Erdeny M Yunus  INews TV. Bendahara dijabat Dina Qomariah TVRI Kalsel dan wakilnya Latif Tohir Antara TV. (adw/humpolda-kalsel)

Check Also

8 Bulan Berjalan, PAD Kutim Sentuh 98,2 Persen

Ket Foto: Kepala Bapenda Kutim, Musyaffa SANGATTA – Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.