Sekjen DPN ISRI Dukung Jokowi Langkah Preventif Berantas Terorisme Melalui Pendidikan

B12

Ket Foto: Sekjen DPN ISRI, Cahyo Gani Saputro

SuaraBorneo.com, JAKARTA – Sekjen DPN ISRI, Cahyo Gani Saputro mendukung dan sepakat langkah Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa langkah preventif dalam pemberantasan terorisme melalui pendidikan adalah suatu pernyataan yang sangat tepat dan perlu di dukung seluruh stakeholder.

Yang mana Presiden Jokowi mengatakan “Langkah preventif paling baik adalah bagaimana kita semuanya membersihkan lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, ruang publik, mimbar umum, dari  ajaran  ideologi sesat seperti terorisme,” (17/5/2018).

Cahyo menegaskan revisi Undang-Undang Antiterorisme yang sedang dibahas pembuat UU adalah produk politik yang saat ini perlu segera di sahkan dan di undangkan guna penanganan terorisme, namun upaya preventif lebih mempunyai dampak yang lebih panjang untuk kelangsungan konsensus kebangsaan kita yaitu Pancasila,  UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia,  oleh karena perlu dibahas bersama bagaimana formulasi yang tepat oleh segenap stakeholder.

Cahyo mengatakan agar tawaran preventif ini bukan sekedar lips servis Pemerintah perlu segera menghadirkan Pancasila dan Budi Pekerti sebagai mata ajar disetiap jenjang pendidikan dan semua pengajar disetiap jenjang pendidikan diberikan peningkatan kapasitas pengetahuan tentang Pancasila secara rutin satu pekan atau satu bulan sekali dengan memaksimalkan kerja BPIP yang dibentuk Jokowi, selain itu formulasi Budhi pekerti pemerintah dapat memaksimalkan kerja Dirjen Kebudayaan dengan mengumpulkan budayawan dan stakeholder dari masing-masing wilayah untuk memformulasi mata ajar budhi pekerti yang akan disampaikan pada setiap jenjang pendidikan agar sesuai dengan kearifan lokal wilayah dan daerah masing-masing ujar Cahyo.

Selain itu Jokowi juga harus punya political will dengan memberikan peran pada tokoh pendidikan yang mempunyai cara fikir seperti Ki Hadjar Dewantoro menteri pengajaran pertama kemudian Alisastro Amidjodjo, Sarmidi Mangunsarkoro beliau-beliau adalah para tokoh pendidikan nasionalis, yang mana Cahyo nilai kelompok nasionalis masih ditempatkan “dipanggir” baik di jajaran kabinet, birokrasi, BUMN maupun jabatan publik lainnya maupun bantuan kepada yayasan pendidikan yang berhaluan nasionalis yang tidak diragukan jiwa merah putihnya, mendengar, melihat dan merasakan hal tersebut Ia merasa prihatin, bahkan hampir mayoritas nothing to lose mendukung Jokowi ujarnya.

Namun Cahyo mengapresiasi bahwa Jokowi berani memulai dalam pemikiran,  syukur dalam pelaksanaannya dalam mencegah terorisme, ekstrimisme agar tidak tumbuh subur, yang mana hal tersebut tidak akan subur bila Pemerintah sebelumnya tidak membiarkannya artinya sikap Jokowi tegas dalam hal ini patut dan layak di dukung, sikap langkah pemikiran Jokowi layak disebut sebagai seorang demokrat bukan seorang yang diktator atau represif sebagaimana perjuangan era reformasi yang mana para pejuangnya tidak senang dengan pemimpin dengan pendekatan represif dan tirani, namun cara-cara yang demokratis ujar Sekjen DPN ISRI ini. (*/ads)

189 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Pasca Pemilu, Bupati Minta Perangkat Daerah Antisipasi Kerawanan Konflik

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pasca Pemilu serentak Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat meminta seluruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.