37 Meter Persegi Lahan Jainudin Belum Dibayar Pemko

 Umum

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Puluhan massa dari DPD Pemuda Islam Kalimantan Selatan mendatangi kantor Walikota Banjarmasin, Kamis (24/05).

Dibawah koordinasi H Muhammad Hasan masa mendesak Pemko Banjarmasin untuk membayar uang sisa tanah proyek Siring muara Kelayan milik Jainudin dengan luas 37 meter persegi.

“Kami minta pemko menyelesaikan pembayaran kepada saudara Jainudin karena cuma 37 meter persegi, ini hal yang sangat kecil,” ujar Hasan.

Masa diterima langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina didampingi kepala Dinas Cipta karya dan perumahan Ahmad Fanani didampingi Kepala Kesbangpol Kasman.

Menanggapi tuntutan masa, Walikota Ibnu Sina menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Cipta karya dan perumahan. “Silakan pak Jainudin diselesaikan langsung dengan pak Nani,” ujarnya.

Mengenai pembebasan lahan di muara Kelayan menurut walikota sudah dilakukan sejak tahun 2015 dan berakhir pada tahun 2017. “Jadi masih ada sedikit persoalan yaitu lahan milik bapak Jainudin yang 37 meter tadi, yang lebih tahu soal ini pak Nani, jadi saya harapkan ini segera selesai, silakan pak Jainudin bicara langsung dengan pak Nani,” paparnya.

Ahmad Fanani langsung merespons perintah walikota dan segera mengajak Jainudin menuju ke ruang kantornya.

Selain persoalan pembayaran lahan, masa juga menanyakan operasional kapal Sapu-Sapu pembersih sungai Martapura yang diduga dalam operasionalnya bermasalah.

“Yang membersihkan sungai Martapura bukan hanya dari Dinas PUPR Kota Banjarmasin namun juga dari Balai Sungai. Kami hanya enam bulan saja selanjutnya enam bulan berikutnya dilakukan Balai Sungai,” ujar Ibnu Sina. (ads/ans)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts