Polres Banjar Diadu Domba Lewat Instagram Palsu

image
Suaraborneo.com, MARTAPURA,– Instagram Humas Polres Banjar Kalsel di ritas hingga menjadi ganda, tentu salah satunya palsu yang sengaja dibuat oknum yang mau membuat keruh suasana dan mengadu domba. Akun palsu dengan mengatasnamakan Polres Banjar itu sempat menerbitkan konten yang beraroma adu domba dan pencemaran nama baik tokoh masyarakat Martapura.

Akun palsu tersebut telah diikuti sekitar 42 pengguna Instagram dan mengirim 6 foto atau unggahan yang sangat tendensius, fitnah, dan menebar kebencian. Akun baru justru menulis untuk menghapus akun yang lama, karena alasan akun lama rusak yang memiliki 1861 follower.

Hal itu disampaikan Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Wakapolres, Kompol Ajie Lukman Hidayat didampingi Kasat Lantas AKP Indra Agung Perdana Putra, SIK seusai sholat tarawih acara Bukber Polres Banjar dan awak media kemarin.

Diungkapkan Wakapolres Banjar ini, upaya pencemaran nama baik para tokoh agama dan tokoh masyarakat terjadi di akun tersebut. Dalam postingan akun palsu itu juga berupaya mengadu-domba antara Polres Banjar dan Banjarbaru.

Disinggung tindakan adanya orang yang tdak bertanggung jawab meritas akun Humas Polres Banjar ini, “Kami tidak diam, akan diusut terus sampai ketemu pelaku pembuat akun palsu yang sangat meresahkan masyarakat ini,” tegas Ajie.

Seraya terus mengusut kasus tersebut, dan Polres Banjar telah minta bantuan Polda Kalsel melakukan counter opini begitu munculnya akun Instagram palsu tersebut. Ditambahkan pula, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengusut peristiwa di balik semua ini yang merugikan tidak hanya Polres Banjar tapi juga Polri secara institusi.

“Kami tengah melakukan koordinasi dengan tim Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Kalsel untuk mengetahui siapa pelakunya dan dimana keberadaannya. Kita tunggu saja tanggal mainnya,” ungkap Aji Lukman optimis.

Siapapun pelakunya sudah dapat dijerat hukum sesuai UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun kurungan penjara.

Di samping itu, Ajie Lukman juga mengimbau masyarakat khusus khusus pengguna instegram untuk lebih berhati-hati menanggapi isu-isu yang belum jelas asal-usulnya.

Dijelaskan, “Jadi, hanya satu akun Humas Polres Banjar, kalau ada yang buat baru, itu palsu,” jelas Aji Lukman. (aha-bjb)

167 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Walikota Banjarmasin Kunjungi Lokasi TMMD ke-105 Kodim 1007/Bjm

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina melakukan kunjungan kerja ke lokasi TMMD ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.