Ponpes Al Fatih Wal’imbad Peringati Nuzulul Qur’an

image
SuaraBorneo.com, BANJARBARU,- Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Quran adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.

Al Qur’an diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu sekitar 23 tahun. Diyakini peristiwa Nuzulul Quran ini pada malam 17 Ramadhan.

Ponpes Al-Fatih Wal’indad di Desa Batu Ampar Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, pada Jum’at (1/6) melaksanakan peringatan Zunulul Qur’an dengan mengisi pengajian melantunkan surah Al-Quran oleh santri, santriwati dan yang dipimpin oleh Ustadz Dailami, H. Arsyad.

Acara juga diisi dengan Tausyiah Oleh Habib Umar  Bin Hasan Bin Bahasyim dari Martapura. Habib Umar dalam Tausyiahnya, bahwa memperingati Nuzulul Qur’an tidak hanya sekedar memperingati, tapi lebih membanyak membacanya dan memahami isi kandungan Alquran beserta mengamalkannya. “Jangan sampai hanya hanya tapi anak orang lain bernama yang mengamalkannya” seraya menjelaskan kenapa anak orang lain yang mengamalkannya, karena banyak orang membaca tanpa memahami dan tidak mengamalkan isi dalam Alqur’an Kalamullah Nurkarim.

Untuk itu, Habib Umar mengajak dibulan Ramadhan memperbanyak beribadah kepada Allah, agar mendapatkan rahmatan dari Allah Subhanallahuta’ala. Habib juga menyampaikan wasiat dari gurunya di Hadramaut dalam sebuah pengajian, memperbanyak membaca “Lailahhaillulah Muhammaddarasullulah” sebanyak tujuh ribu kali selama bulan Ramadhan.

“Jika mengamalkan dengan membaca Lailahhaillulah Muhammaddarasullulah tujuh ribu kali sampai berakhir Ramadhan, maka segala amal ibadah, Hajat hajat akan diterima dan diampuni segala dosa-dosa, juga mendapat kan Rakhmat dari Allah Subhanallahuta’ala. Ustadz Saifullah pemimpin Ponpes Al-Fatih Wal’indad, bahwa peringatan Nuzulul Qur’an sudah berlangsung ketiga kalinya, yang mana sebelumnya lama tidak dilaksanakan peninggal almarhum kakeknya “Dulu Kakek yang selalu melaksanakan di Desa Batu Ampar, setelah Kakek berpulang kerahmathullah tidak ada lagi dilaksanakan, Alhamdulillah kami sebagai cucunya dapat kembali melaksanakan Malam Nuzulul Qur’an di Ponpes ini,” ungkap Ustadz menjelaskan. (aha-bjb)

209 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Waspada! lakukan Transaksi Jual Beli Online di Kalsel, 3 Orang Tertipu

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Marak aplikasi jual beli online yang ada di berbagai aplikasi membuat semua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.