Bapak Wartawan, Rudy Ariffin Sahur Bersama Insan Pers

SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Agenda tahunan sahur bersama wartawan di kediaman mantan gubernur Kalsel Rudy Ariffin kembali dilaksanakan Minggu (10/6) mulai pukul 02.30 Wita dini hari.

Ratusan jurnalis baik harian media cetak, media online dan elektronik yang berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, kabupaten lainnya dan Martapura terlihat sudah berdatangan ke kediaman Rudy sejak pukul dua dinihari.

Didukung cuaca yang cerah sahur bareng berjalan lancar. Dibuka dengan sambutan Ketua PWI Kalsel Zainal Helmi kemudian sambutan sahibul bait Rudy Ariffin dan dilanjutkan dengan dialog atau sesi tanya jawab Rudy dengan jurnalis.

“Bapak Rudy Ariffin tidak pernah terlihat marah dalam menghadapi segala persoalan selama beliau memimpin Kabupaten Banjar dua periode, sikap ini yang saya lihat tidak dimiliki semua pemimpin, sangat langka pemimpin yang tidak pemarah. Kalau sekarang ini pemimpin di Kabupaten Banjar kalau mau ditanya saja sudah lain raut mukanya,” ujar Adi Permana salah seorang jurnalis senior yang pernah “sarantang saruntung” mengikuti Rudy Ariffin ketika menjabat bupati Banjar.

Ungkapan bernada “maambung” juga disampaikan sekjen PWI Kalsel Yusni Hardi. Redaktur Harian Mata Banua ini atas nama jurnalis di Kalimantan Selatan menyatakan bahwa Rudy Ariffin adalah bapaknya wartawan. “Tidak berlebihan bapak kami anggap sebagai bapaknya wartawan karena kepedulian dan perhatian bapak pada wartawan sangat luar biasa, karena itu kami para wartawan minta arahan bagaimana kami bersikap pada saat ini dimana persoalan di Kalsel yang semakin kompleks,” ujar Yusni.

Tidak cukup sampai disitu, segendang seirama, jurnalis lainnya M Sidik dari Harian Kalsel Pos juga mencoba maambung Rudy Ariffin. Namun Sidik lebih fukus “menyentil” putra Rudy Ariffin yaitu Aditya yang juga berhadir dalam acara tersebut.

“Saya berharap bapak Aditya kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dan kami siap mendukung lahir batin, sukur – sukur kalau memungkinkan bapak nantinya juga bisa menjadi gubernur Kalsel seperti pak Rudy,” ujar Sidik yang langsung diberi aplos dari segenap jurnalis yang hadir.

Mendapat pujian yang bertubi-tubi, Rudy terlihat hanya tersenyum dan tertawa kecil. Kadang dia juga terlihat geleng-geleng kepala.

“Saya kira semua persoalan tidak harus disikapi dengan marah. Bagi saya seberat apapun persoalan bisa dicari jalan keluarnya. Wartawan bukan musuh tapi mitra dalam bekerja. Saya tidak jarang harus berdiskusi dulu pada wartawan kalau mau mengganti kepala dinas misalnya karena menurut saya wartawanlah yang lebih tahu sosok siapa yang paling pas,” ujarnya.

Rudy berterimakasih kalau dianggap sebagai bapaknya wartawan. “Terima kasih atas penghargaan ini, mari kita terus jalin kebersamaan salah satunya dengan acara sahur bersama ini. Ini sudah saya lakukan selama 13 tahun. Karena saya tidak lagi menjabat sebagai gubernur, mohon maaf kalau amplop isinya semakin menipis,” ujar Rudy Ariffin mencoba berseloroh disambut tepuk tangan gemuruh para jurnalis.

Aditya Mufti Arifin mencoba menjawab pertanyaan Sidik. Menurutnya dia akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari PPP. “Iya saya akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, mohon doa para wartawan sekalian. Kalau nantinya saya diusulkan jadi gubernur kita lihat situasi dulu apakah suara PPP bisa mencukupi untuk dapat mengusung calon. Jangan dipaksakan kan malu,” ujarnya sambil nyengir.

Usai dialog acara dilanjutkan dengan makan sahur bersama dan diakhiri dengan bersalam-salaman. “Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat Idul Fitri 1439 hijriah minal aidzin walfaizin maaf lahir dan batin,” pungkas Rudy Ariffin. (ad/ans)

241 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Waspada! lakukan Transaksi Jual Beli Online di Kalsel, 3 Orang Tertipu

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Marak aplikasi jual beli online yang ada di berbagai aplikasi membuat semua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.