PWI Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian M Yusuf

 Crime & Hukum, Nasional, Umum

SuaraBorneo.com, RMOL – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bergerak cepat merespon kematian wartawan Kemajuan Rakyat Muhammad Yusuf (42) pada 10 Juni lalu. Muhammad Yusuf tewas setelah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Dalam keterangan yang diterima redaksi disebutkan bahwa Plt. Ketua Umum PWI Sasongko Tedjo membentuk TPF PWI dan menugaskan wartawan senior Ilham Bintang untuk memimpin TPF PWI itu. Ilham juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan PWI.

Selain Ilham Bintang, TPF juga diisi oleh sejumlah nama lain, yakni Marah Sakti Siregar dan Wina Armada Sukardi yang masing-masing adalah Wakil Ketua dan Sekretaris TPF.

Sebagai anggota TPF PWI adalah Uni Lubis, Gusti Rusdi Effendi, Zainal Helmi, Agus Sudibyo, Firdaus Banten, dan Teguh Santosa.

TPF PWI bertugas sejak tanggal 22 Juni 2018 mendatang.

Yusuf dijebloskan ke penjara setelah menulis kisruh sengketa perebutan lahan di antara PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) dan warga Pulau Laut.

Tulisan Yusuf disebut bermuatan provokasi, tidak berimbang, dan menghasut yang merugikan MSAM.

Yusuf dijerat Pasal 45A UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Dalam rekaman video yang beredar luas terlihat beberapa bagian tubuh, terutama di sekitar dada menghitam.

Selain mengusut kematiannya, TPF PWI juga akan membedah kembali karya jurnalistik dan kasus yang sedang diliput oleh Yusuf. (ad/sam/rmol)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts