Kamis , Juli 19 2018

Polda Kalsel Bentuk Tim Audit Selidiki Kasus Kematian M Yusuf

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dibawah kepemimpinan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana, telah membentuk Tim Audit untuk menggali lebih jauh tentang kejadian apa sebenarnya di balik kematian wartawan berinisial MY yang terjadi di Kabupaten Kotabaru.

Kapolda Kalsel disela Open House di kediaman rumah dinasnya, Sabtu (16/6/2018) mengatakan, Tim yang telah dibentuknya dipimpin Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Djoko Poerbo Hadijojo, M.Si., Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Sofyan Hidayat S.Ik., Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Rizal Irawan, S.I.K, S.H., M.H., dan Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Decky Hendarsono, SIK. itu untuk mengetahui sejauh mana mekanisme proses penyelidikan yang dilaksanakan oleh Penyidik Polres Kotabaru.

Dari hasil Audit tersebut, lanjut Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana mekanisme yang dilakukan oleh Penyidik Polres Kotabaru telah sesuai dengan manajemen penyidikan. Kemudian mengenai kematian wartawan tersebut, Penyidik telah mengantongi riwayat penyakit yang bersangkutan, sehingga saat meninggal Penyidik berkoordinasi dengan pihak keluarga apakah dilakukan otopsi lebih dulu atau langsung dikuburkan, namun dari pihak keluarga ingin langsung dikuburkan.

“Saat kasus ini mencuat, pihak kepolisian berupaya melakukan autopsi namun dari pihak keluarga MY meminta waktu sampai tanggal 29 Juni,” tutur Kapolda Kalsel.

Namun bila sampai waktunya pihak keluarga tetap tidak menginginkan jenazah MY di outopsi, maka pihak kepolisian akan menerapkan Pasal 222 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat forensik, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Autopsi diperlukan guna mengetahui penyebab kematian yang bersangkutan. “Jangan sampai kasus ini menjadi tanda tanya bagi masyarakat sehingga seolah-olah kesalahan ada pada Penyidik,” pungkas Kapolda Kalsel.

Mengenai Pengacara dari pihak keluarga MY yang mengajukan gugatan, Kapolda Kalsel menyatakan silahkan saja ajukan gugatan, sejauh proses penyidikan itu benar pihaknya akan menghadapi di Pengadilan.

Selain itu tentang Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk oleh beberapa pihak, Jenderal bintang satu itu menanggapinya dengan mengatakan TPF harus sesuai dengan aturan, terlebih pihak kepolisian telah membentuk Tim Audit yang dipimpin Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Djoko Poerbo Hadijojo, M.Si.

Sebagaimana diketahui MY merupakan wartawan media Kemajuan Rakyat meninggal saat menjalani proses hukum di Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru Kalsel. (*/ad-bjm)

Check Also

Membanggakan, Siswi SMAN 1 Kahayan Hilir Ini Akan Kibarkan Sang Saka di Istana

PULANG PISAU, SuaraBorneo.com – Banggalah Pulang Pisau memiliki Lili Alvia. Pelajar SMAN 1 Kahayan Hilir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!