Anak Laki-Laki Dibawah Umur Ini Jadi Korban Asusila, Pelaku Mencumbu Hingga Meraba Alat Vitalnya

SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Tindakan pelecehan seksual atau asusila kembali terjadi kali ini menimpa anak laki-laki usia 14 tahun berinisial GIP warga kelurahan Sungai Besar yang dilakukan oleh pelaku berinisial RA (34) tahun warga Guntung Paikat Banjarbaru.

 

Peristiwa tercela tersebut terjadi pada Jumat malam (15/06) bertepatan dengan hari lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.

 

Kejadian bermula ketika korban bersama seorang teman sebayanya TF nongkrong di rumah kosong dihunian Bumi Indah sesudah mereka selesai menjalankan sholat magrib, tiba-tiba datang pelaku menghampiri keduanya dan setelah beberapa saat kemudian RA mengajak keduanya ke Bukit Villa.

 

Sesampainya di Bukit Villa sudah ada beberapa orang disana dan oleh pelaku RA korban GIP dipaksa ikut kerumah pelaku dengan mengendarai sebuah sepedamotor yang tunggangi oleh ZAI, pelaku di tengah sedangkan korban berada diposisi paling belakang. 


ZAI merupakan teman korban sekaligus teman pelaku namun korban dengan pelaku sebelumnya tidak saling mengenal.

 

Saat diperjalanan pelaku sudah melancarkan aksi terkutuknya dengan meraba bagian alat vital korban hingga ketiganya sampai di rumah pelaku di Kelurahan Guntung Paikat.

 

Sesampainya dirumah ibu pelaku kemudian membuka pintu dan mempersilahkan pelaku dan korban masuk namun ZAI langsung pergi dengan berdalih ingin menjemput temannya yang lain.

 

Saat menunggu kedatangan ZAI, korban yang saat itu duduk di ruang tamu kemudian dipaksa masuk kedalam kamar tidur oleh pelaku dan beberapa saat kemudian pelaku yang hanya mengenakan celana dalam tersebut menggerayangi tubuh korban.

 

Mendapat perlakuan tidak senonoh korban langsung berontak dan menendang pelaku namun korban kewalahan apalagi pintu kamar dalam keadaan terkunci sehingga tidak bisa melarikan diri.

 

Sekitar pukul 21:30 wita ZAI bersama beberapa temannya datang dan mempertanyakan keberadaan korban, oleh ibu pelaku dikatakan bahwa mereka berada dikamar tidur.

Setelah digedur dan pintu dibuka dari dalam, tiba-tiba korban GIP bergegas keluar dan oleh teman-temannya diajak menjauh dari pelaku.


Dibantu oleh seorang polisi yang kebetulan lewat habis pulang dinas pelaku RA kemudian diamankan di Polsekta Banjarbaru dan pada malam itu juga ibu korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

 

Saat diwawancarai SuaraBorneo.com Rabu (20/06) ibu korban berharap agar pelaku diproses dan dihukum yang seberat-beratnya dan memberi efek jera agar tidak ada korban lagi. 


“Saya serahkan kepada polisi untuk memproses kasus yang menimpa anak saya ini dan meminta agar pelaku dihukum dengan seberat-beratnya supaya tidak ada korban lagi,” ungkapnya. (*pp/sb)

Check Also

Jelang Maulidan Bersama Guru Zuhdi, Kapolres Banjarbaru dan 10.000 Jamaah Sholat Subuh Berjamaah

BANJARBARU – Program Shalat Subuh Keliling (Suling) ke masjid-masjid yang merupakan Program yang digagas Polri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.