FKUB Kalsel Dirikan Kampung Percontohan Kerukunan Umat Beragama

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Kerukunan antar umat beragama di Kalimantan Selatan terus terbangun dengan baik sehingga tidak ada gesekan yang bisa mengarah kepada perpecahan.

“Alhamdulillah di Kalimantan Selatan kerukunan antar umat beragama terjaga dengan baik. Tentunya ini tidak lepas dari sikap para tokoh agama yang memberikan pemahaman kepada jemaahnya sehingga rasa toleransi terus dipupuk dan dibina dengan baik,” ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Selatan, Mirhan, usai menghadiri acara Halal Bihalal bersama pengurus FKUB di Kindai Hotel Banjarmasin, Sabtu (7/7).

Mirhan menyampaikan, FKUB Kalsel terus mendorong untuk melakukan dialog atau diskusi mana kala ada indikasi terjadinya gesekan diantara umat beragama. “Kami lakukan tindakan preventif dengan bekerjasama dengan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota apabila ada indikasi di satu daerah terdapat hal – hal yang berpotensiĀ  terjadi gesekan sehingga bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat sebelum menjadi persoalan besar,” ujarnya.

Selain terus melakukan dialog dengan pemuka-pemuka agama, hal kongkret yang kini dilakukan FKUB Kalsel adalah mendirikan kampung percontohan kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan.

Mirhan menyebut, ada beberapa desa yang sudah menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa hidup rukun dan damai serta saling menghargai di dalam sebuah desa yang minimal penduduknya memeluk tiga agama yang berbeda. Desa percontohan tersebut antara lain, Desa Kapul di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan, Desa Salam Babaris Kabupaten Tapin, Desa Tajau Pecah Kabupaten Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanahlaut dan Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong.

Menurut Mirhan, keberadaan kampung percontohan kerukunan umat beragama ini sengaja dipilih yang berada dekat dengan obyek wisata dengan harapan wisatawan yang berkunjung bisa juga mampir ke kampung tersebut. “Diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi wisatawan bagaimana di kampung kerukunan antar umat beragama bisa terjalin dengan baik sehingga bisa menjadi contoh bagi wisatawan dan dapat disampaikan kepada khalayak,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, Taufik Sugiono mengatakaan, kerukunan antar umat beragama di Kalsel yang terus terjaga dengan baik mencerminkan masyarakat atau para pemeluk agama sadar dengan keberagaman sehingga bisa menjaga sikap toleran dalam bingkaiĀ  kerukunan.

Disinggung mengenai paham radikal yang belakangan kembali bangkit, Taufik mengharapkan hal tersebut bisa diambil sebagai pelajaran. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi dan ikut-ikutan dengan paham yang bisa memecah belah kehidupan beragama dan berbangsa. “Mari semua kita waspada agar paham paham seperti itu tidak masuk apalagi sampai berkembang di Kalimantan Selatan,” tandasnya. (ad/ans)

131 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Program Arba Mahaga Pasar, Bank Kalsel Salurkan KUR bagi UMKM

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel gelar program Arba Mahaga Pasar untuk meningkatkan jumlah nasabah baik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.