Liana S.Sos Bertekad Akan Memperjuangkan Kesetaraan Gender

 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Perempuan yang memiliki paras cantik nampak begitu semangat bersama rekan rekan nya mendaftarkan ke KPU Banjarbaru ke-30 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) termasuk dirinya dari Partai Golkar Kota Banjarbaru.

Dialah  Liana S.Sos wanita karier yang berparas cantik dengan setumpuk aktifitas prestasi dan kegiatan sosial yang tentunya  berhubungan dengan kaumnya, sejalan dengan  Partainya yang memiliki visi dan misi melekat terhadap dirinya.

 

Liana yang menjabat di pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel Sebagai Ketua biro kerjasama ormas dan kepartaian DPD partai golkar dan wakil ketua AMPG Provinsi Kalsel bidang pengabdian masyarakat dan pemberdayaan SDM ini satu bentuk sensitifitas akan keperdulian pada kaum sesama yakni perempuan dan pendidikan.

Sebagaimana program partainya  tersebut  dengan adanya gerakan mendorong emansipasi wanita dan perjuangan perempuan di Kalsel khususnya Kota Banjarbaru.      Konsent nya pada kegiatan sosial untuk lebih banyak waktu  berkiprah hingga sampai merelakan mundur dari kerjaannya dibank permata syariah dari 2013 lalu.

 

Hal itu diikhlaskan ya supaya lebih pada tanggung jawab di kegiatan sosial, sebagaimana amanah yang dipercayakan menjadi Bendahara yayasan santunan utk anak yatim se kal-sel jg Ketua Badan Otonom Hipmi Peduli dan sebagai koordinator  kegiatan bantuan keperdulian sosial (Baksos) dgn ibu ibu arisan  juga sebagai Owner modelling school dan EO Party planner.

“Saya  akan perjuangkan sebagaimana misi partai akan kesetaraan gender yang selama ini terus digemborkan aktivis perempuan dan ingin sekali membantu meningkatkan SDM masyarakat yg tertinggal sesuai dengan kebutuhan.” Janji perempuan cantik kelahiran 1975 yang lebih muda dari tahun kelahirannya.

Dibukanya kouta untuk perempuan menandakan Partai Golkar juga turut mendukung sangat menghargai dan mendukung emansipasi wanita, tambah Liana  menegaskan komitmen totalnya pada kebijakan nol-toleransi mengenai pelecehan seksual.  Disinggung penyetaraan gender, kebudayaan yang didominiasi lelaki yang tersebar pada pemerintah, sektor swasta, organisasi internasional dan bahkan bidang masyarakat sipil.

Dia bertekad akan menghilangkan semua penghalang tersebut. Liana mengatakan semua itu berakar dalam tidak-seimbangan kekuasaan sejak lama antara lelaki dan perempuan, dan itu sebabnya mengapa ia mengupayakan kesetaraan gender.

“Semua akan sejalan dengan peta jalan yang disepakati. Ini dinilai penting lantaran guna mengatasi tantangan kesetaraan,” jelasnya. (hrs-bjb)

703 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Material Terakhir Penyiringan Jalan Kampung Kuin Kecil Berlabuh

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Penyiringan jalan kampung Kuin Kecil Kel Mantuil yang sedang digarap oleh satgas …