Peter Frans, Kandidat Ketua DPN Inkindo Periode 2018-2022 Bicara Usaha Kecil dan Menengah


BANJARMASIN – Peter Frans Kandidat Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (Inkindo) bicara kepentingan usaha kecil, dan menengah dengan menawarkan program yang akan dicanangkan untuk maju pada Munas Inkindo untuk periode 2018-2020.

Atas kesiapan dirinya untuk maju di pentas organisasi konsultan bergengsi ditingkat nasional tersebut, Ia pun menawarkan gagasan untuk bisa mencapai pembenahan mulai dari konsultan kecil dan menengah di daerah.

Ia mengaku, latar belakang maju sebagai Ketua DPN Inkindo, tidak lain menyikapi rantai terlemah konsultan Indonesia yang hampir 6.300 perusahaan adalah konsultan kecil dan menengah yang berjumlah 90 persen. “Saya akan membenahi rantai terlemah yakni konsultan kecil dan menengah guna membangun konsultan daerah menuju konsultan modern, dengan 8 pilar untuk mencapainya,” kata Feter Frans, Selasa (31/7/2018).

Ketua DPP Inkindo DKI Jakarta ini pun menawarkan hadirnya regulasi yang harus diwujudkan, agar proteksi konsultan kecil dan menengah untuk APBD. “Aspek pembinaan konsultan kecil yaitu dapat berkerjasama dengan yang besar dalam suatu pekerjaan. Tumbuh profesionalisme karena tidak ada negara maju kalau konsultannya tidak maju, tidak ada negara hebat kalau konsultannya tidak hebat, karena konsultan membangun peradaban,” bebernya.

Bahkan, Anggota Inkindo Nusa Tenggara Barat (NTB) ini meyakini bisnis konsultan adalah bisnis olah pikir , dan profesionalisme adalah solusinya. “Konsultan kecil menjadi specialis yang tidak bisa dihancurkan karena manejemen konsultan adalah managemen olah pikir yang tidak bisa diduplikasi, bersinergi adalah solusinya. Di Perpres yang baru akan banyak perubahan yang terjadi sehingga iklim dunia usaha konsultan berubah. Inkindo harus mengantisipasi ini sehingga tidak jadi penonton padahal regulasi itu diciptakan untuk kita, seharusnya kita yang ikut membuatnya bukan yang tidak paham dunia konsultan. Inkindo harus aktif seperti dulu lagi,” tuturnya.

Terkait pemilihan Ketua DPN Inkindo melalui e-vote, Ia memastikan sangat bagus, sebab dengan e-vote kita bisa memilih pemimpin kita sambil tiduran di rumah dan tidak mungkin diketahui orang lain.  “Ke depan pun, saerah harus mencontoh Inkindo DKI yang berhasil dalam e-vote dengan tingkat partisipasi meningkat 4 kali lipat dari 125 pemilih dalam pemilihan sebelumnya, dengan e-vote menjadi 501 pemilih..tingkat partisipasi tertinggi dalam musprov Inkindo DKI dalam sejarah. Ini saatnya kita cari pemimpin yang amanah..!!,” papar Peter Frans.

Begitu pula, sambungnya, jika terpilih sebagai Ketua DPN Inkindo, akan mendorong Perda / Pergub untuk perlindungan konsultan kecil di 34 propinsi. Tak kalah penting, surat edaran menteri tentang konsorsium kecil dan menengah bisa berhasil dan sanksi tegas untuk yang tidak mentaati billing rate minimum sebagai jasa konsultansi kontruksi dilakukan sesuai UU dan Permen PUPR baik pengguna dan penyedia jasa.

Karena itu jika terpilih pun, kata Peter,  dibutuhkan struktur dan komposisi DPN Inkindo yang mengikuti program, pengurus follow program sehingga nanti ada wakil ketua mengurus pembinaan konsultan kecil, wakil ketua bidang pajak konsultan, serta penanganan pengembangan usaha dan dana.

“Penguatan manager propinsi/sekretaris menjadi aset utama Inkindo, termasuk SDM Inkindo sebagai aset utama yang akan disubsidi oleh DPN, dan saya ingin banyak kader dari daerah tumbuh di nasional. Saya pun ingin banyak memasukan konsultan dari daerah yang bagus, apalagi diperlukan membentuk ICS (Inkindo Centre of Study) yang merupakan think thanx Inkindo dalam menampilkan wajah profesi kita : wajah konsultan!!,” imbuhnya. (abd/ad)

231 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Program Arba Mahaga Pasar, Bank Kalsel Salurkan KUR bagi UMKM

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel gelar program Arba Mahaga Pasar untuk meningkatkan jumlah nasabah baik …