Tak Kehabisan Cara, Popok Bayi Pun Jadi Oplosan Minuman

SANGATTA – Kutai Timur menjadi satu daerah yang tak luput dari menjamurnya minuman oplosan. Dikalangan remaja, ada indikasi cara mabuk terbaru yang berkembang di Kutim. Semakin berkembangnya zaman, kenakalan remaja pun terus mengalami perkembangan, sehingga saat ini, muncul indikasi campuran baru dengan menggunakan bahan pada popok bayi sebagai cara untuk mabuk, Kamis (9/8).

Sempat dihebohkan oleh penggunaan berlebih obat batuk merk ternamana sebagai cara mabuk, kini ada lagi cara terbaru untuk mersakan senssasi mabuk, yakni dengan campuran popok bayi.

Dansubdenpom VI/1-5 Sangatta, Kapten CPM Hadi Santoso menjelaskan kepada awak media, dalam pantauannya, belum lama ini dirinya telah menemukan kumpulan remaja yang diduga sedang asik pesta minuman oplosan, di Teluk Lombok, Sangatta Selatan. Tepatnya di sebuah gadung tua bekas areal pembibitan tanaman milik Pemkab Kutim, yang sudah tak digunakan. Saat dirinya mencoba menghampiri, kumpulan remaja tersebut spontan berlarian pergi meninggalkan tempat. Saat dilihat, di lantai gedung itu ditemukan berserakan banyak obat batuk merk tertentu dan minuman botol penambah stamina. Dua bahan tersebut terkenal biasa digunakan untuk campuran minuman oplosan. Tidak hanya itu, yang lebih mengejutkan lagi, ditemukan banyak popok bermerk yang biasanya digunakan untuk menyerap urin dan kotoran bayi. Benda tersebut berserakan bersama pada satu tempat yang sama ditemukannya bungkus obat batuk dan botol minuman penambah stamina.

“Ada dua titik yang sudah berserakan bahan-bahan tersebut. Saat kami periksa, popok tersebut masih berupa barang yang baru. Namun di bagian tengahnya sudah terbelah, dan bahan untuk menyerap air dan kotoran bayi sudah hilang, diduga telah digunakan oleh para remaja tersebut”. ungkapnya.

Lebih lanjut Dansubdenpom VI/1-5 Sangatta, Kapten CPM Hadi Santoso menjelaskan, Karena belum tertangkap tangan para pelaku dirinya  belum mengetahui pasti untuk apa akan hal tersebut. Namun, muncul dugaan bahwa bahan penyerap air pada popok tersebut dijadikan campuran atau bahan pendukung untuk miras oplosan.

Dikatakan lebih jauh, sudah banyak tempat di Kutim yang dijadikan wadah khusus untuk mabuk oplosan. Beberapa tempat tersebut yang sudah terkenal, dan sering jadi lokasi incaran razia kepolisian dan Satpol PP maupun instansi lainnya.

“Selain di Teluk Lombok, ada juga di Jalan Guru Besar Sangatta Utara, folder Ilham Maulana Sangatta, gedung bekas kampus di Jalan APT Pranoto, di belakang suatu sekolah di Jalan Inpres Sangatta Utara, hingga di bawah jembatan Kecamatan Sangkulirang”. kata Dansubdenpon tersebut.

Untuk diketahui, dalam hal ini, Subdenpom VI/1-5 Sangatta dan Kodim 0909 Sangatta, akan ikut membantu melakukan kordinasi dan pengawasan guna membackup pihak Kepolisian. (ad/ra)

Check Also

Dapat 2 Tiket Umroh dari Trans 7, Kai Api Terharu Bertemu Walikota

BANJARMASIN – M Arsyad kembali menemui Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Ia mendatangi rumah dinas Walikota sesaat setelah …