Terindikasi Limbah Buangan Oil RSUD, Api Berkobar Membakar Lahan dari Dalam Parit

SANGATTA – Api berkobar pada aliran parit dan lahan yang berada tepat dibelakang kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta, pada Sabtu sore (11/8). Api tiba-tiba menyala dari dalam aliran parit yang terindikasi tercemar oleh limbah oil dan merambat ke lahan kosong milik RSUD Kudungga.

Sontak saja hal tersebut membuat panik warga yang bermukim disekitar. Warga dibantu petugas dan satu unit mobil pemadam kebakaran bergotong royong untuk coba mematikan kobaran api tersebut.

Benar saja.. ketika awak media coba mendatangi lokasi kebakaran tersebut, aliran parit dari lokasi pengelolaan genset milik RSUD Kudungga itu dipenuhi oleh limbah oil. Oil yang mengaliri pada parit tersebut terindikasi dari limbah bekas buangan genset RSUD. Limbah oil yang mencemari lingkungan itu, mengalir tepat dari depan lokasi pengelolaan genset dan mengaliri aliran parit hingga kebelakang lahan kosong milik RSUD dan lokasi pemukiman warga.

Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, saat ditemui awak medi pada lokasi tempat kejadian menuturkan, bahwa api terlihat menyala dari dalam aliran parit yang terindikasi tercemar oleh limbah oil tersebut sekitar pukul 16.00 wita. Api tiba-tiba berkobar merambat ke lahan kosong milik RSUD Kudungga.

“Api menyala dari dalam parit dan menyebar ke lahan kosong tersebut (lahan milik RSUD). Sepertinya akibat dari puntung rokok , membakar daun kering dan terjatuh kaparit yang banyak oli nya itu” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup KNPI Kutim, Irwan Fecho angkat bicara. Menurutnya pemerintah melalui instansi terkait harus hadir dalam menangani perkara ini. Irwan mengatakan, bahwa permasalahan ini cukup serius, karena terindikasi ada nya kelalaian dalam pengelolaan limbah oil milik RSUD Kudungga yang mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

“Badan lingkungan hidup harus segera turun tangan untuk menangani ini. Permasalahan ini jangan dianggap remeh,jika dibiarkan akan berdampak buruk kepada lingkungan. Badan lingkungan hidup juga harus bertindak tegas kepada pihak RSUD, selama ini kita tidak tahu bagaimana sistem pengelolaan limbah dari genset RSUD Kudungga seperti apa. Lihat saja sendiri pada aliran parit, banyak oil yang mengalir,” tegas Irwan. (ad/ra)

316 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Musorkablub, 31 Cabor Dukung H. Saferiansyah Pimpin KONI 2019-2023

KUALA KAPUS, SuaraBorneo – 31 Cabang olah raga (Cabor) Kapuas memberikan dukungan kepada H. Saferiansyah …