8 Bulan Berjalan, PAD Kutim Sentuh 98,2 Persen

Ket Foto: Kepala Bapenda Kutim, Musyaffa

SANGATTA – Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur terus bekerja keras memutar otak demi menggenjot pemasukan dari sektor pajak daerah dan retribusi yang merupakan satu diantara sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim.

Formulasi dan inovasi terus dilakukan untuk mengatasi pemangkasan bertubi-tubi terhadap keuangan daerah. Hal tersebut dimaksudkan agar Kutim tidak terus menerus mengandalkan dana bagi hasil dan royalty batubara saja. Sektor yang bisa mengisi pundi-pundi keuangan pun harus dimaksimalkan.

Hasilnya, sampai dengan Agustus 2018 ini, Bapenda Kutim telah membukukan PAD sebesar Rp 87,5 miliar atau 98,2 persen dari target yang diharapkan, sebesar Rp 89,14 miliar. Dari sektor pajak, retribusi dan pendapatan daerah lainnya.

Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh instansi penerima pajak dan retribusi sudah bekerja maksimal. Karena dari 14 instansi penerima retribusi, masih banyak yang penerimaannya di bawah 50 persen. Bahkan ada yang belum sampai 30 persen, Selasa (14/8/2018)

“Untuk Bapenda, kami sudah merealisasikan pendapatan dari pajak daerah sebsar 123 persen dari yang ditargetkan. Yakni, Rp 40,53 miliar dari target Rp 32,9 miliar. Kami di Bapenda tidak berpikir mencapai target. Tapi bagaimana melebihi target. Jadi meski sudah melebihi target, tetap kita genjot dimana yang bisa memberi pemasukan bagi daerah,” ungkap Kepala Bapenda Kutim, Musyaffa. (ra-sb)

Check Also

Malming di Pengungsian, Relawan Kalimantan dan Laskar Djogja Bakar Jagung Bersama Warga

MATARAM – Malam minggu (Malming) bagi kaum remaja adalah momen berharga untuk dilewatkan bersama teman, …