Ketua JOIN Kalsel: Buatlah Berita Dengan Cerdas

BANJARMASIN – Berkaitan dengan jurnalisme damai yang mewartakan seputar isu agama, wartawan dituntut lebih cerdas dan berhati-hati dalam meliput, karena jurnalis menentukan berita tersebut mau dibawa kearah mana.

“Di dalam isi berita jangan memberikan hal yang provokatif, kemudian stigma perlu dibangun jangan sampai salah persepsi atau belum tentu benar. Dalam jurnalisme damai, media harus berada ditengah-tengah,” ujar Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kalsel, Anas Aliando, Selasa (14/8/2018)

Anas menjelaskan, jurnalisme damai berbeda dengan jurnalis yang lain. Berita-berita yang dianggap akan menimbulkan konflik yang begitu luas, sebaiknya tidak dimuat. “Kalaupun ada kejadian-kejadian yang berkaitan dengan suatu kelompok, tidak vulgar dalam pemberitaan. Itu dalam rangka pencegahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Ia juga menambahkan sekarang jurnalis menghadapi tantangan dikarenakan masyarakat yang cenderung beragam. “Beragam itu tidak hanya multi etnis, sekarang ini kita mempuyai generasi yang namanya generasi jaman now, masyarakatnya yang sangat bertakit dengan gadget, android, dan lain-lain,” tambahnya.

Jurnalis Kalsel Pos tersebut mengharapkan, apabila ingin membuat berita jurnalis jangan berisikan informasi yang sifatnya mengadu domba. “Jangan buat berita yang isinya mengadu domba,” harapnya.

Anas berujar, informasi itu penting, tanpa jurnalis kita akan ketinggalan zaman, pers itu mencerdaskan. “Pers harus independen, apabila ada kejanggalan cepat di klarifikasi agar tidak timbul fitnah,” tandasnya. (ad-sb)

Check Also

Jelang Maulidan Bersama Guru Zuhdi, Kapolres Banjarbaru dan 10.000 Jamaah Sholat Subuh Berjamaah

BANJARBARU – Program Shalat Subuh Keliling (Suling) ke masjid-masjid yang merupakan Program yang digagas Polri …