Mengejutkan! Tim Investigasi DLH Kutim Telah Cukup Menemukan Bukti

SANGATTA – Dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga Sangatta di area lahan belakang rumah sakit, mendapatan perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur.

Pasalnya, pada beberapa waktu yang lalu, lahan kosong tepat di belakang RSUD yang berdekatan dengan pemukiman warga tersebut terbakar. Kobaran api terlihat muncul dari dalam parit yang dipenuhi oleh genangan yang diduga oil. Sontak saja hal tersebut membuat warga sekitar panik dan berusaha untuk memadankannya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, kemarin siang (13/8), langsung menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan pihak rumah sakit berplat merah itu.

Sesampainya pada lokasi yang dimaksud, tim investigasi langsung meyisir area parit yang dicemari oleh limbah oil tersebut. Benar saja.. setelah tim melakukan penyisiran, ditempat akses aliran parit dari depan lokasi pengelolaan  genset RSUD sampai dengan kealiran parit menuju ke lahan kosong dibelakang, tim investigasi DLH Kutim telah menemukan limbah yang diduga oil tepat pada mulut gorong-gorong penghubung antara parit RSUD ke aliran parit belakang lahan kosong yang terbakar.

Gorong-gorong yang baru ditemukan dipenuhi genangan BBM

“Setelah kita cek bersama tadi, ternyata di aliran paritnya terlihat semacam bahan bakar minyak yang mengalir. Ternyata dibelakang juga terdapat gorong-gorong yang menghubungkan aliran ke parit belakang. Tadinya gorong-gorong ditutupi semak belukar dan tidak terlihat , tapi setelah dibersihkan baru terlihat. Disitu juga ditemukan  endapan bahan bakar minyak dan kami telah kami ambil sample nya .” ujar Dewi,  Pengawas Lingkungan Hidup yang menjadi salah satu tim investigasi DLH, kepada awak media.

Dewi yang juga datang bersama awak media menuturkan, penemuan ini merupakan tindak lanjut dari investigasi yang dilakukan DLH sehari sebelumnya. Dengan ditemukannya gorong-gorong penghubung aliran, secara tidak langsung telah menjawab pertanyaan tentang bagaimana limbah oil tersebut bisa mengalir sampai ke area lahan yang terbakar.

Selanjutnya pengawas lingkungan hidup tersebut juga menemukan adanya potensi penyebab kebakaran yang diduga berasal dari limbah oil RSUD. Pasalnya, sebelum terjadinya kebakaran aliran parit dan lahan tersebut, pihak RSUD telah melakukan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), dan telah melakukan pembersihan serta pengangkutan genset.

“Ada beberapa fakta yang kami temukan dilapangan,pertama adanya aliran bahan bakar disaluran parit, kedua adanya gorong-gorong penghubung ke aliran  parit belakang dan terdapat genangan yang diduga solar tepat pada rongga mulut gorong-gorong. Di hari yang sama sebelum terjadi kebakaran, RSUD juga telah melakukan pendistribusian bahan bakar serta melakukan pembersihan terhadap sisa oli dari genset. Temuan tersebut sudah cukup bagi kami, besok atau lusa akan kita (DLH Kutim)buatkan BAP.” katanya.

Ditambahkan olehnya, bahwa dirinya telah menerima informasi terbaru yang yang cukup mengejutkan. Betapa tidak… secara tidak sengaja tim telah menemukan genangan solar pada tempat yang terhubung kesaluran pembuangan yang notabene nya aktifitas di area tersebut tidak membutuhkan solar untuk kegiatannya.

“Informasi terbaru yang saya dapat dari rekan di sana (pihak RSUD), bahwa telah ditemukan fakta baru. Terdapat genangan solar yang mengalir dari tempat insenerator, padahal aktifitas disitu tidak menggunakan solar.” ungkap pengawas lingkungan hidup tersebut. (rky-sb)

 

Check Also

Malming di Pengungsian, Relawan Kalimantan dan Laskar Djogja Bakar Jagung Bersama Warga

MATARAM – Malam minggu (Malming) bagi kaum remaja adalah momen berharga untuk dilewatkan bersama teman, …