Menyudutkan Wartawan! Salah Penyampaian Saat Coffee Morning, DLH Kutim Klarifikasi Pernyataannya

SANGATTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur, akhirnya mengklarifikasi kepada Bupati Kutim, terkait pernyataannya pihaknya pada agenda Coffee Morning Senin Kemarin  (13/8). Pada saat itu, terdapat salah satu perwakilan pegawainya yang menyatakan bahwa tak ada penghubung antara parit RSUD Kudungga Sangatta dengan lokasi kebakaran yang terdapat limbah oli (Diduga, red).

Menerima pernyataan DLH tersebut, Bupati pun geram. Bupati menilai bahwa wartawan tidak menyampaikan berita secara baik dan benar. Hal itu terjadi lantaran laporan yang disampaikan oleh salah satu pegawai DLH Kutim kepada Bupati tak sesuai fakta. Alhasil, para wartawan pun sempat tersudut karena pernyataan perwakilan DLH itu.

Padahal, fakta ketika tim investigasi PPLHD DLH turun beserta awak media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) turun kelapangan, tim investigasi telah menemukan terowongan penghubung.

Masalah lainnya, perwakilan DLH pun sempat menyatakan awak media tak berada di lokasi. Pernyataan inipun salah. Karena beberapa media telah melakukan pemantauan lokasi sejak terbakar hingga menemukan terowongan “Rahasia” tersebut.

“Sudah diklarifikasi. Sudah saya klarifikasi ke Pak Bupati,” ujar Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Andi Pelesangi.

Katanya, hadirnya laporan tersebut bersumber dari tim yang bergerak di lapangan pada hari pertama kebakaran. Pada saat itu, tim tak menemukan penghubung kedua parit yang dibatasi oleh jalan.

“Hasil itulah yang saya laporkan,” katanya.

Akan tetapi, pada hari kedua dan ketiga, tim investigasi PPLDH DLH menemukan penghubung saluran air yang tertutupi oleh kerimbunan semak belukar. Setelah menemukan nya, pada saat itu pula, pihaknya memberikan laporan lanjutan ke Bupati.

“Kami  sudah klarifikasi ke bupati jika ditemukan (jalur penghubung). Pada awalnya anggota saya tidak temukan.Pada hari selanjutnya ditemukan. Salah komunikasi saja,” kata Andi.

Dewi salah satu tim PPLHD DLH yang berada di lapangan turut mengakui jika hal ini hanya salah komunikasi.

“Ya pada saat awal  masih belum temukan. Tetapi baru kami lihat pada hari kedua. Kami seriusi cari terus,” katanya.

Bisa saja lanjut dia, pihaknya mengabaikan masalah ini. Akan tetapi, DLH dalam hal ini PPLHD tak mengharapkan hal itu. Semua permasalahan harus diselesaikan.

“Kalau mau saya sembunyikan bisa saja. Tetapi kami tak ingin hal itu. Makanya kami serius dan akhirnya menemukan gorong-gorong tersebut.” katanya. (ra-sb)

256 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Walhi Kalteng, Solidaritas Bersama Tolak Diskriminasi Rasial Terhadap Mahasiswa Papua

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah, mahasiswa Papua Palangka Raya, …