Ustadz Abdul Somad: Tak Perlu di Dorong Menjadi Pemimpin


BANJARBARU – Lautan jama’ah memenuhi lapangan Murjani berhadapan dengan Balai Kota Pemko Banjarbaru, hingga sampai meluber memenuhi jalan yang mengelilingi lapangan tidak terkecuali jalan Ki Hadjar Dewantara di penuhi jamaah yang di perkirakan mencapai 50ribu orang, Rabu (15/8). Antusias akan sosok sang ustadz Abdul Somad hadir beserta Syekh Asal Banjar dan Syekh Rasyid. Pada pukul 16.30 wita rangkaian acara demi acara didahului  panduan pembawa acara, dibuka dengan lantunan ayat yang menggetarkan qalbu oleh Syekh Rasyid, dan dilanjutkan oleh Imam  Masjid Birrul Makkah, lantunan ayat-ayat  yang bermakna meneduhkan jiwa terdengar begitu syahdu oleh Syekh Asal Banjar ini.

Waktu yang ditunggu oleh jama’ah laki-laki maupun perempuan yang  sejak pukul 13:00 Wita sudah mewarnai lapangan Murjani dengan baju koko dan jilbab, memutih diterik matahari, namun terasa menyejukkan.

Takbir terus di kumandangkan, tausyiah ustadz Abdul Somad yang dimulai dengan salam, suara yang lantang dan tegas, sekalipun guratan raut lelah tidak dapat ditutupi. Tausiyah berdurasi 75 menit  dihadapan puluhan ribu jama’ah,  dengan pembawaan santun, hangat lagi humor dengan logat melayu yang kental.

Banjarbaru, kota para alim ulama, kota santri pelajar dan pendidikan. Para pejuang bangga dengan yang dipersembahkan oleh Kota ini, bahwa Kemerdekaan adalah Syukur. Tabligh Akbar ini merupakan inisiatif yang bernilai ibadah dan menjadi amal jariyah para panitia penyelenggara. HUT RI ke 73 bertepatan dengan hari dan bulan mulia, yaitu17 Agustus 2018 pada hari Jum’at dan masih dalam 10 awal bulan Dzulhijah.

Rasa ta’dzim dan hormat  dengan Syekh Muhammad Arsyad al Banjari (Datu Kelampayan),  ustadz fenomental ini ceritakan bahwa di tanah kelahirannya Tembilahan – Riau, terdapat maqam Tuan Guru yang sejak dulu menjadi tempat belajar agama, masih mempunyai garis keturunan Banjar, yaitu Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad ‘Afif bin Mahmud bin Jamaluddin al Banjari (Guru Sapat).

Kekaguman ustadz Abdul Somad juga dengan jama’ah yang datang saat pengajian hingga hadir di setiap haul Guru sekumpul dengan jumlah juta’an jama’ah, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari. Bercerita juga dengan lancar bagaimana keterkaitan ketiga ulama besar tersebut.

Ustadz menyampaikan juga bahwa cukuplah Abdul Somad berceramah saja dan menyampaikan tausiyah saja, “tak perlu didorong menjadi pemimpin atau dicalonkan jadi Wakil Presiden. Cukup diundang hadir dan disediakan microphone,” katanya disambut dengan tepukan gemuruh jamaah.

Sebagaimana ciri khas, jama’ah mengutarakan pertanyaan melalui secarik kertas. Dan Ustadz mengutip ayat, bahwa dalam ayat tersebut kalimat “Athi’uu” tidak terdapat sebelum kalimat “Uulil amri”, dengan begitu kriteria seorang pemimpin adalah Pemimpin yang dalam keseharian nya Beriman, Ta’at kepada Allah SWT serta Rasul-Nya. (hrs-bjb)

409 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Tersenyum, 14 Orang Pesta Sabu Dituntut Ringan 7 Bulan Rehabilitasi

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Wajar apabila ke 14 Orang terdakwa yang tengah berpesta sabu di gang …