Kasdim 1002/Barabai-Korem 101/Antasari, Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73

BARABAI – Seluruh Anggota Makodim 1002/Barabai Korem 101/Antasari dan PNS melaksanakan upacara 17-an dengan inspektur upacara Kepala Staf Kodim 1002/Barabai Mayor Inf Pahrijani, Jum’at (17/8/2018).

Dalam amanat Kapala Staf TNI AD Jendral TNI Mulyono yang dibacakan inspektur upacara bahwa Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk melaksanakan evaluasi terhadap eksistensi Bangsa Indonesia saat ini, serta berintrospeksi atas karya apa yang telah kita dedikasikan untuk menjaga eksistensi tersebut.

Setelah 73 tahun kemerdekaan, Bangsa kita telah mengalami berbagai kemajuan di segala bidang. Kita menjadi kekuatan ekonomi, politik, sosial dan pertahanan yang disegani di dunia. Kita menjadi sentral pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, dengan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah masyarakat kelas menengah terbesar sebagai pasar potensial yang menggerakkan roda perekonomian regional. Sebagai anggota G-20 dan anggota tetap beberapa organisasi internasional, Indonesia berperan aktif dalam menyelesaikan konflik di Asia Tenggara dan dunia serta meningkatkan kerja sama Internasional.

Kedudukan Indonesia yang dihormati di dunia tersebut turut diperkuat dengan peran penting TNI khususnya TNI AD sebagai kekuatan militer yang disegani baik dengan kontribusinya dalam menangani berbagai gejolak di dalam negeri maupun prestasinya di dunia internasional.

TNI AD selalu terdepan dalam upaya mitigasi bencana dan bergerak cepat dalam mengatasi konflik, separatisme dan terorisme bersama Polri di berbagai wilayah di tanah air. TNI AD juga turut menunjukkan perannya dalam pengawasan dan membantu pembangunan kawasan perbatasan bekerjasama dengan institusi pemerintah lainnya. Dalam misi pasukan pemelihara perdamaian PBB, prajurit kita menjadi panutan dan selalu dirindukan kehadirannya oleh masyarakat lokal. Dan dalam event-event kompetisi antar angkatan bersenjata baik pada taraf regional maupun internasional, kehadiran kita selalu diperhitungkan dan menjadi tolok ukur prestasi.

Namun, kita juga dihadapkan pada berbagai masalah dan tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah kita. Tingkat pelanggaran di kalangan prajurit dan PNS masih cukup tinggi. Masih terdapat kendala dalam upaya pemenuhan kebutuhan personel dan materiil satuan sehingga sulit mencapai kemantapan satuan yang diharapkan. Upaya pembinaan personel prajurit, baik Perwira, Bintara maupun Tamtama masih belum berimbang. Perencanaan bidang logistik kita masih belum sinkron dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dan kita perlu membenahi beberapa sistem kerja yang ada guna mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK. (ad/k-brb)

231 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Warga Desa Penda Ketapi Minta Tanah Mereka Dikembalikan

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Warga Desa Penda Ketapi Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas meminta tanah …