Ditutup! Hasil Identifikasi Tim DLH, Nyatakan Pihak RSUD Kudungga Tidak Bersalah

Ket Foto: Tim Investigasi DLH Kutim Saat Ekspos Hasil Penyelidikan Lapangan, Terkait Pencemaran Lingkungan Yang Diduga Telah Dilakukan Oleh Pihak RSUD Kudungga Sangatta.

SANGATTA РPenyelidikan akan pencemaran lingkungan di are sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta yang diduga  dilakukan oleh pihak RSDUD telah usai. Rumah sakit pelat merah yang berada di Kabupaten Kutai Timur tersebut dinyatakan tidak bersalah karena tidak terbukti melakukan pembuangan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Namun rumah sakit diminta memenuhi lima poin penting oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim.

DLH Kutim menekankan lima poin penting terhadap RDUD Kudungga Sangatta, sebagai bahan evaluasi kedepan, untuk rumah sakit yang dinahkodai oleh dr. Anik Istiandari tersebut.

Dugaan pencemaran lingkungan yang disangkakan telah dilakukan oleh rumah sakit itu pun tidak sampai berlanjut, sebab temuan cairan yang sempat membuat kebakaran pada beberapa waktu lalu (11/8), dinyatakan sebagai solar yang tidak diketahui dari mana asal sumbernya. Meskipun tepat berada di lingkungan tersebut, namun tidak ditemukan adanya solar yang mengalir dari rumah sakit itu.

Kabid Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Kutim Andi Palesangi mengatakan, bahwa kedepan pihak RSUD Kudungga harus lebih bisa menjaga dan mengontrol kelestarian dan fungsi lingkungan hidup sekitar. Lima hal yang perlu dilakukan untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, yaitu dengan melengkapi pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) beserta limbahnya dengan sistem tanggap darurat.

“Kedua, mereka harus melakukan proses pengajuan pemasangan jaringan listrik PLN untuk dialirkan ke RSUD. Hal itu dilakukan supaya meminimalisir resiko pencemaran lingkungan.” ungkap Andi, Kamis (16/8).

Dia meminta, RSUD harus lebih ketat melakukan pengawasan rutin terhadap pengelolaan lingkungan disekitar. Kemudian, pihak rumah sakit ditekankan untuk lebih rajin memangkas semak belukar (gulma) secara berkala. Hal itu dilakukan, untuk memudahkan pengutipan jika ada terjadinya tumpahan atau ceceran cairan limbah dari rumah sakit yang terjadi di luar dugaan, misal adanya kelalaian yang tidak terpantau oleh pengawasan.

Terakhir, tambah Andi, pihak rumah sakit mesti melakukan sosialisasi standard operastional procedur (SOP) tanggap darurat secara berkala.

“Itu perlu disosialisasikan kepada petugas yang bertanggung jawab mengelola lingkungan.” ujarnya.

Direktur RSUD Kudungga, dr. Anik Istiandari menyatakan, bahwa selama ini pihaknya telah mengelola limbah sesuai prosedur dan semua proses dilakukan dengan baik dan benar.

“Makanya kami sangat bersyukur ketika hasil investigasi DLH menyatakan untuk cairan yang tercecer di belakang rumah sakit itu adalah solar. Sebab, oli sudah kami kelola baik-baik, karena merupakan B3. Sementara solar dadi rumah sakit, juga kami kelola, tidak mungkin dibuang, karena merupakan barang yang bernilai jual,” ucap Anik.

Diketahui, persoalan ini bermula ketika muncul kobaran api dari dalam parit yang menyambar area lahan di belakang RSUD Kudungga, pada Sabtu yang lalu(11/8).  Setelah di lakukan penyelidikan dan pencarian, ternyata api tersebut muncul dari saluran parit yang memiliki channel hubungan pada drainase ke mulut pembuangan rumah rumah sakit pelat merah tersebut.

Sebelumnya selama dua hari tim investigasi telah melakuka  pencarian terhadap penyebab kebakaran pada lokasi tidak membuahkan hasil. Tim akhirnya baru mendapatkan titik terang ketika ditemukan gorong-gorong penghubung drainase ke area lahan di belakang rumah sakit. Akan tetapi untuk solar yang ditemukan pada aliran parit dan mengendap dibibir rongga gorong-gorong, dinyatakan bukan berasal dari rumah sakit karena tidak diketahui pasti sumbernya. Sehingga dengan hal tersebut telah membuka kemungkinan adanya sabotase yang dilakukan oleh oknum dari luar. (ra-sb)

206 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Check Also

Musorkablub, 31 Cabor Dukung H. Saferiansyah Pimpin KONI 2019-2023

KUALA KAPUS, SuaraBorneo – 31 Cabang olah raga (Cabor) Kapuas memberikan dukungan kepada H. Saferiansyah …