Sakit Hati dan Dendam! Mandor Menghabisi Nyawa Pengawasnya

BANJARMASIN – Malang nasib M Rahim alias Ahim (24), dirinya merenggang nyawa ketika sedang terlelap tidur dirumah kontrakannya di Jalan Jalan Goha, Desa Pasir Putih RT 3 RW 2, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, pada Sabtu (18/8/2018) sekitar pukul 01.00 wita.

Ahim tewas dengan luka di lengan tangan hampir putus serta luka tebasan disekujur tububnya, ironisnya Ahim yang diketahui sebagai pengawas di PT Borneo Tala Utama (BTU) itu diduga dianiaya oleh bawahannya sendiri yang diketahui bernama Hadri alias Gondrong yang juga bekerja di PT BTU sebagai ceker atau mandor, Gondrong menghabisi pengawasnya menggunakan sebilah senjata tajam jenis Parang Mandau–Senjata Khas Kalimantan–.

Akibatnya, pengawas kelahiran kecamatan Kurau itu tewas ditempat dengan besimbah darah diatas kasur. Sementara si Gondrong warga Kecamatan Bati-batu itu langsung melarikan diri setelah menghabisi nyawa Ahim.

Sementara itu menurut keterangan Hartono (25) salah seoarng saksi yang berada dilokasi Kejadian mengungkapkan kejadian bermula ketika pada hari Sabtu, (18/8/2018) sekitar pukul 01.00 wita Ahim sedang tidur di dalam kamarnya, sedangkan saksi Hartono dan Hendri tidur di luar kamar.

“Benar mas, saya lagi tidur siang diluar. Saya bangun karena ada suara gaduh dari kamar Ahim” Kata Hartono kepada awak media ketika dihubungi melalui gawainya pada, Sabtu (18/8/2018).

Ia dan temannya Hendri langsung lari keluar rumah karena ketakutan melihat pelaku membabi buta menghantamkan parang kepada korban Ahim. Sehingga kata Hartono, dirinya tidak mengetahui kejadian selanjutnya di dalam rumah.

“Ketika saya dan warga yang lain kembali, Ahim (korban) sudah tergeletak tidak bernyawa lagi” ujarnya.

Identitas Gondrong sebagai pelaku bertambah kuat setelah dua saksi lain Jamhari dan Jumani yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian sempat melihat Gondrong sedang berlari di jalan dan melepas baju yang dipakai kemudian membuangnya.

Jajaran Polsek Kintap yang mendengar informasi lanhsung ketempat kejadian dan berhasil menemukan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis parang mandau dalam kondisi berlumuran darah di depan rumah serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega R milik Gondrong.

Informasi dari para saksi-saksi, motif Gondrong membunuh Ahim diduga karena sakit hati oleh ucapan Ahim yang sering kasar kepada Gondrong. (hnp/ad-sb)

Check Also

Malming di Pengungsian, Relawan Kalimantan dan Laskar Djogja Bakar Jagung Bersama Warga

MATARAM – Malam minggu (Malming) bagi kaum remaja adalah momen berharga untuk dilewatkan bersama teman, …