Tumpahan Cairan di Drainase Sekitar RSUD KudunggaDi nyatakan Solar, Tapi Tak Tahu dari Mana

SANGATTA – Cairan yang sebelumnya sempat diduga limbah buangan genset RSUD Kudungga Sangatta di saluran drainase sekitar lingkungannya, dinyatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur merupakan bahan bakar solar. Namun DLH enggan menuduh temuan itu sebagai limbah buangan rumah sakit pelat merah tersebut.

Tim Investigasi Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) DLH Kutim, Dewi mengatakan, temuan tersebut berupa solar yang mengendap, bukan berupa oli seperti yang diduga sebelumnya. Namun, solar ini letaknya berada di parit belakang RSUD yang sempat terjadi kebakaran pada Sabtu (11/8), dan tak ditemukan jejak asal tumpahan cairan tersebut.

“Meski memang, kami tahu letaknya cairan solar berada di drainase sekitar RSUD, lalu ada channel penghubung ke drainase lahan belakang dan rumah sakit itu juga listriknya masih mengandalkan genset, dan juga ada aktivitas yang menggunakan solar. Tapi, kami (DLH Kutim) tak bisa asal berasumsi menyudutkan satu pihak (RSUD).” ujar Dewi kepada awak media, saat rapat membahas hasil investigasinya bersama RSUD dan kepolisian, kemarin (16/8).

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya pun belum menemukan bukti sumber ceceran solar tersebut.

“Entah apakah solar itu dari rumah sakit atau bukan, kami tidak menemukan bukti. Jadi tak boleh asal menuduh,” ungkapnya.

Dia menyatakan, tidak menutup kemungkinan tentang adanya kemungkinan ceceran solar itu disebabkan sabotase oknum petugas yang mungkin lalai, entah dari mana asalnya.

“Sebab solar adalah bahan bernilai jual. Tak mungkin dibuang karena adanya aktivitas rumah sakit. Meski bdlum bisa pastikan dari mana asalnya, hanya saja patut diduga, kemungkinan ada hubungannya. Tapi tak boleh asal sebut.” katanya

Kesimpulannya, terang dia, investigasi permasalahan ini tak bisa dilanjukan. “Apalagi, yang ada di parit ialah solar, bukan oli. Kalau oli, ada pidananya. Sedangkan solar hanya bahan,” terangnya.

Meskipun begitu, DLH meminta kepada RSUD agar segera membersihkan parit tersebut dari limbah solar. Begitupun dengan rumput yang menutupi drainase dan tembok RSUD.

“Kenapa kami minta RSUD membersihkan, karena drainase masih di lokasi RSUD. Jika terjadi kebakaran dikhawatirkan akan ikut terbakar,” ujar Dewi.

Hanya saja kata Dewi, pihaknya akan tetap menelusuri akhir terbuangnya limbah solar tersebut. Jangan sampai masuk ke sungai. Karena akan berdampak buruk. Pertama menyebabkan pencemaran, dan kedua dapat menyebabkan kebakaran.

“Salah satu dampaknya ialah airnya terkena limbah B3,” katanya. (*/ra-sb)

198 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Warga Desa Penda Ketapi Minta Tanah Mereka Dikembalikan

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Warga Desa Penda Ketapi Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas meminta tanah …