Kurban Nyawa! Tukang Bangunan Gantung Diri di Barak

PALANGKA RAYA – Seorang tukang bangunan bernama Sukatmono alias Kamis (43) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam barak yang ia sewa di Jalan G Obos 12 Gang Mutiara I Palangka Raya Selasa (21/8) sekitar pukul 09.30 WIB.

Pria ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis diduga putus asa dan depresi karena ditinggal cerai oleh istrinya. Disamping itu anaknya yang telah meninggal dunia. Derita korban ini diperparah, karena saat sendiri ia menderita penyakit kanker di kakinya.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, jasad korban ini pertama kali ditemukan tergantung oleh penjaga barak bernama Nadi. Saat ditemukan posisi jasad tergantung dengan leher terikat dibagian dapur menggunakan seutas tali nilon. Seusai ditemukan jasad korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD Doris Slyvanus Palangka Raya.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Herman Subarkah mengatakan, penemuan jasad korban ini berawal saat  saksi Nadi selesai mandi mendatangi barak yang didiami korban. Saat itu kondisi barak korban dalam keadaan terbuka. Saksi pun masuk ke dalam barak, ketika itu kaget menemukan korbam sudah dalam posisi tergantung.

“Melihat kondisi tersebut saksi kemudian berteriak-teriak minta tolong kepada tetangga. Saat itu juga warga sekitar berdatangan,”ungkapnya (Sumber: Ekspres.com)

Subarkah menjelaskan, korban melakukan gantung diri menggunakan seutas tali nilon warna kuning yang diikat di kasau bagian dapur.  Saat ditemukan korban hanya menggunakan celana jeans warna biru tanpa baju.

“Keterangan saksi korban ini tingal di barak Al-Hijrah kurang lebih setahun. Dari keterangan warga, anak korban baru saja meninggal, dan belum lama ini ditinggal cerai istrinya. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan di tubuh korban idak ditemukan bekas luka-luka,”ujarnya.

Sementara itu, saksi mata Nadi mengatakan, korban ini sehari-harinya berkerja sebagai buruh bangunan. Diduga nekat bunuh diri karena depresi, terlebih istrinya cerai dan sudah menikah lagi. Diperparah lagi dengan penyakit kanker yang di deritanya.

“Yang saya tahu anaknya meninggal dan enam bulan tidak bayar dan istrinya sudah nikah lagi. Apalagi telapak kaki kena kanker. Jujur saya tidak menyangka dan menduga. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah Taala,”paparnya. (han/dr)

Check Also

BRIKC KalSel dan Laskar Djogja Kompak Berikan Bantuan Untuk Bangun Mushalla Darurat Korban Gempa Lombok

LOMBOK UTARA – Jarak bukan lah halangan bagi siapapun yang ingin membantu warga Lombok yang …