Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Disbun Kutim Tanam Bawang Dalam Polybag

SANGATTA – Berbagai cara telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, untuk mendukung program pemerintah pusat dalam hal mendukung terbentuknya Ketahanan Pangan Nasional.

Dalam rangka menunjang program tersebut, maka pihak Pemkab Kutim melalui Dinas Perkebunan (Disbun) telah berinovasi guna mempercepat dan meningkatkan hasil produksi bawang yang ada di Kutim. Salah satunya dengan memperkenalkan media tanam polybag kepada para petani. Median polybag kini bisa dipergunakan untuk menanam bawang merah. Hal itu diuji coba oleh Distanbun Kutim dengan kombinasi pupuk organik, Selasa (28/8/2018)

Sekretaris Disbun Kasiyanto menjelaskan pengembangan ini berdasarkan uji coba dibeberapa komoditi perkebunan terlebih dulu, seperti kakao dan sawit dengan pemanfaatan pupuk organik rojo tani. Dengan dipilihanya bawang merah untuk uji coba, hal tersebut dimaksudkan sebagai percontohan awal kepada petani agar nantinya bisa diikuti.  Selain itu juga diharapkan, kedepan dapat dikembangkan oleh Dinas terkait.

“Selanjutnya kami serahkan ke Dinas Pertanian. Sebagai support kami siap di pendistribusian pupuknya” ujar Kasiyanto.

Untuk pelaksanaan teknisnya, Kasiyanto menjelaskan dalam satu polybag ditanami empat biji bawang merah yang telah di dipilih sebagai bibit dan didormasi. Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, bahwa dengan komposisi sepertiga dalam polybag diisi oleh pupuk kandang. Lalu atasnya ditimbun kompos, Dan diperkirakan tiap bawang  pada polybag dapat dipanen saat mengijak 70 hari.

“Tiap polybag bisa menghasilkan setengah kilo bawang merah.” terangnya.

Dirinya mengungkapkan, selain pada bawang merah, sebelumnya penggunaan pupuk organik serupa juga di lakukan pada sawit di Kecamatan Muara Wahau menggunakan sistem infus. Pengecekan dua bulan pertama 28 Juli lalu, hasilnya meningkat menjadi 0.5 ton Tanda buah segar (TBS).

“Ada 135 pohon yang jadi demplot tahun ini. Nanti hasil fix dihitung setahun atau pada akhir Juni 2019” ungkapnya.

Lebih jauh, Kisyanto, menjelaskan, bahwa pada komoditi lain pun juga terus dikembangan, seperti kakao di Kecamatan Karangan, tepatnya di Desa Karangan Ilir.

Kedepan, Sekertaris Disbun itu pun berharap jika penggunaan pupuk organik kedepan membuahkan hasil yang menjanjikan, mulai dari sektor perikanan hingga perternakan. (ra-sb)

106 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Menyikapi Unjuk Rasa di Jakarta, TNI dan Polri Sebangau Kuala Gelar Patroli Gabungan

PULANG PISAU, SuaraBorneo – Menyikapi situasi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta tanggal 21 – …