Dihuni Sebanyak 87 Pegawai, Kantor BPBD Terlihat Sunyi Bagaikan ‘Rumah Hantu’

Ket Foto: Suasana didalam kantor BPBD Kutim, mencekam gelap dan tak berpenghuni

SANGATTA – Masyarakat Kabupaten Kutai Timur mengeluhkan perihal sering kosongnya kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, hal itu lantaran warga kerap menjumpai kantor sunyi tak berpenghuni. Dengan kerap dijumpainya kantor tersebut tak berpenghuni, suasana yang dirasakan pun bagaikan seperti berada pada suasana wahana “Rumah Hantu” disaat jam aktif kerja.

Biasanya terlihat hanya ada segelintir pegawai saja yang hadir dikantor dan berada di dalam ruangan. Padahal, keberadaan BPBD di Kutim sangat diharapkan masyarakat dalam menangani musibah dan bencana.

“Saat itu saya ingin berdiskusi tentang masalah bencana, akan tetapi orang yang saya cari tidak ada. Pegawai yang ada pun sedikit saja. Padahal masih pagi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengadu ke Kantor Sangatta Post.

Hal itu sebutnya,  bukan kali pertama ini saja terjadi. Namun awalnya, ia masih berfikiran positif. Barangkali para pegawainya sedang dinas luar, untuk menangani bencana, atau masalah lainnya.

“Akhirnya di hari selanjutnya saya datang lagi mau diskusi. Ternyata tidak ada lagi. Pintu-pintu ruangan terkunci. Kalau mau masuk kantor gelap sekali. Padahal waktu itu hari Senin dan masih pagi juga,” katanya.

Mendapatkan aduan tersebut, awak media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) ingin membuktikan perkataan orang tersebut. Benar saja… dari hasil pantauan awak media di lokasi. Ternyata benar, selama dua hari  melakukan pemantauan, kantor terlihat sepi tanpa aktifitas.

Pada pantau hari pertama, kondisi kantor terlihat gelap dan beberapa ruangan terkunci. Sedangkan hari kedua, keadaan kantor juga masih sepi. Sekira pukul 11.00, beberapa pegawai masih terlihat. Sedangkan pukul 14.00 wita, keadaan kantor tambah sunyi.

“Kantor juga kosong. Saya mau ke undangan teman,” kata salah seorang pegawai bersama kedua temannya saat ditanya awak media yang menyamar.

Hal ini diakui oleh salah seorang awak media yang akan melakukan penyamaran saat diwawancara. Ketika dirinya menghampiri kantor BPBD, tidak terdapat pegawai yang bisa dijumpai. Kantor pun dalam keadaan sepi.

“Ya benar. Saya saat mau wawancara sunyi sekali. Jadi pulang saja,” kata  awak media tersebut.

Tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan. Karena menurut aturan, para Pegawai digaji untuk dapat masuk bekerja pada pukul 07.30 beserta apel pagi, dan pulang tepat pada pukul 16.00 wita.

“Ya seharusnya mengikuti aturan. Kerja mulai Senin sampai Jumat. Jangan kerja Selasa pulang Kamis,” kata warga sekitar. (ra-sb)

435 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Ketika Semua Berjibaku Membantu Evakuasi Ratusan Korban Keracunan Masal

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Raungan bunyi sirine mobil ambulans terus bolak balik melakukan evakuasi ratusan …