Agen Pangkalan Elpiji 3 Kg Untung Terus, Warga Jadi Buntung

BANJARMASIN – Kelangkaan gas melon LPG 3 Kg, terjadi lagi di kota Banjarmasin, keperluan bagi ibu-ibu untuk melakukan aktivitas di dapur, memasak sayur-mayur, goreng ikan, para pedagang kuliner, menjadi keresahan bagi semua warga.

Pada kesempatan salah satu awak media SuaraBorneo mampir di warung bakso samping mesjid Jami Sei Jingah Banjarmasin, merasa kaget penjual bakso sang isteri menanyakan kepada suami, “Sudah ketemu pak gas LPG nya,” kata istri, “Ada nih lumayan jauh di daerah Sungai Andai, lumayan mahal yang penting ada bu, buat kita untuk berjualan,” tutur suami.

Awak media, langsung menanyakan, “Ada apa bu dengan gas LPG 3 Kg, mulai langka lagi ya,” tanya Ady.

Ibu Narti, penjual bakso, menjawab, “Iya nih sebelum lebaran Idul Adha gas LPG 3 Kg sudah mulai susah dicari (langka), maka mahal harganya, ini aja suami keliling, ketemu di daerah Sungai Andai harga Rp40 ribu, terpaksa beli untuk jualan,” katanya.

“Padahal disekitar sini banyak agen pangkalan LPG 3 Kg bersubsidi kiriman dari agen pertamina, akan tetapi warga mau beli selalu tidak mendapat bagian, selalu habis bilang katanya, karena sudah dijual kepada para pengencer, kadang dikirim sendiri pemiliki agen pangkalan ketempat langganan pengencer mereka, ada ngambil sendiri 10-20 biji, setiap satu minggu agen pangkalan mendapatkan kiriman satu truk berisikan 150 biji gas LPG 3 Kg, buat warga sekitar 50 biji, sisanya dijual ke pengencer karena lebih tinggi dan banyak mendapat untung,” ungkapnya.

Lanjut Narti, “Apakah pemerintah kota dapat menyelesaikan masalah ini karena LPG 3 Kg bersubsidi diperuntukkan untuk masyarakat kecil, malah para agen mencari kesempatan untuk memperkaya diri sendiri, kita mau lapor, tidak enak sama orang satu kampung, lebih baik liat sendiri apa dilakukan para agen pangkalan disaat pengiriman LPG tiba di tempat mereka, untuk mengelabui pengawasan kadang mereka mencatat nama-nama warga, disuruh membawa fotocopy KTP atau KK untuk membeli gas melon, cuma sebagian, seakan-akan mereka tetap menjual kepada warga setempat padahal tidak, para agen pangkalan gas melon untung terus, warga jadi buntung,” kesalnya. (ad-sb)

188 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Jajaran Manajemen Bank Kalsel Hadiri Seminar Nasional ASBANDA di Denpasar Bali

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kegiatan seminar nasional Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) bertempat di Ballroom Hyaat …