Relawan KP Ini Pilih Bertahan di Lombok Pulihkan Aktivitas Pesantren

TANJUNG – Tidak hanya bangunan rumah, sekolah, maupun fasilitas milik pemerintah saja yang ambruk maupun rusak parah tetapi, puluhan pondok pesantren juga mengalami hal yang sama setelah gempa bumi berkekuatan 7.0 SR menggoncang NTB beberapa pekan lalu.

Ponpes Arrahman yang berada di Dusun Batu Santik Desa Bayan Kec. Bayan Lombok Utara contohnya, bangunan yang tidak lama berdiri tersebut ambruk akibat gempa yang dahsyat.

120 santri dan santriwati kehilangan tempat belajar dan kondisi kejiwaan mereka pun tertekan alias trauma.

Bersama Ustadz Irfan yang juga dibantu warga setempat Ketua Umum relawan Kalimantan Peduli Muhammad Reza Fahlipi berupaya membangun pesantren darurat sebagai tempat belajar mengajar sementara.

“Saya tidak tega dengar permintaan anak-anak santri yang setiap kali bertemu Ustadz Irfan mereka mempertanyakan kapan bisa ngaji dan menghafal Al Quran lagi, saya salut dengan semangat belajar mereka,” ucap Reza

Lanjut Reza, anak-anak disini sudah satu bulan tidak mengikuti pelajaran Ponpes sejak gempa bumi pertama kali terjadi pada tanggal 29 Juli lalu, pungkasnya kepada SuaraBorneo.com Kamis (30/08) pagi. (*pp/sb)

176 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Tersenyum, 14 Orang Pesta Sabu Dituntut Ringan 7 Bulan Rehabilitasi

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Wajar apabila ke 14 Orang terdakwa yang tengah berpesta sabu di gang …