Menanggapi Persoalan Andreas, Ini Klarifikasi PT KPC

Ket Foto: General Manager External Relations PT. Kaltim Prima Coal (KPC), Yordhen Ampung

KUTAI TIMUR – Sabtu, 8/9/2018. Merasa telah disudutkan dengan pernyataan sepihak oleh mantan karyawan nya, akhirnya PT. Kaltim Prima Coal (KPC) angkat bicara. Management PT. KPC membantah keras semua tuduhan terhadap asumsi publik yang disangkakan kepada pihak perusahaan.

Untuk meng-klarifikasi hal tersebut, pihak perusahan pun telah menyampaikan beberapa poin yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Pertama, Andreas Leonardus, diakui benar pernah bekerja dan tercatat sebagai karyawan di KPC dengan jabatan terakhir sebagai Operator Alat Berat. Kedua, atas kemauan dan permintaan yang bersangkutan, pada 5 Maret 1998 mengajukan pengunduran diri dari KPC. Permohonan pengunduran diri tersebut disetujui dan efektif terhitung sejak 1 April 1998 dan telah resmi berhenti dan keluar dari KPC.

“Dengan demikian sejak saat itu pula Saudara Andreas Leonardus bukan lagi sebagai karyawan KPC.” ujar Yordhen Ampung, General Manager External Relation PT. KPC.

Kemudian, berdasarkan Surat Persetujuan Bersama Pengakhiran Hubungan Kerja (SPBPHK) yang ditandatangani oleh  yang bersangkutan, hak-hak-nya sebagai karyawan KPC pun telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kecuali Dana Pensiun. Mengingat pada saat yang bersangkutan mengakhiri masa kerja di KPC tahun 1998, usia yang bersangkutan belum masuk pada usia pensiun.

“Sehingga Dana Pensiun Saudara Andreas Leonardus dibayar beberapa tahun kemudian.” katanya.

Yordhen, juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan surat pernyataan  Andreas pada 1 Mei 2006, uang meminta agar dana pensiunnya dibayar sekaligus, permohonan itu pun telah dikabulkan oleh pihak perusahaan.

“Dana pensiunnya langsung dibayar lunas pada saat itu yang dibayar secara sekaligus pada yanggal 1 Mei 2006. Hal ini berdasarkan tanda terima uang yang ditandatangani oleh Suadara yang bersangkutan.” ungkap GM. External Relations perusahaan tersebut.

Mengenai uang pesangon, GM. External Relations PT. KPC, Yordhen Ampung menjelaskan, bahwa yang bersangkutan telah berhenti  dan keluar dari KPC atas kemauan serta permintaan sendiri, maka sesuai ketentuan yang berlaku, tidak ada kewajiban perusahaan untuk memberikan pesangon sebagaimana yang disebutkan dan telah diatur dalam Kesepakatan Kerja Bersama (KKB), anatra pihak perusahaan dan karyawan.

“Kami mohon kepada semua pihak agar melakukan verifikasi dan memastikan sumber yang kredibel sebelum memposting sesuatu di media sosial, karena bisa berujung pelanggaran UU ITE.” ujarnya

Ditambahkan olehnya, hal tersebut telah terdokumentasikan pula di dalam Surat Persetujuan Bersama  Pengakhiran Hubungan Kerja yang ditandatangani masing-masing pihak, dimana pada awal penandatanganan, Andreas tidak mempermasalahkan tentang hal tersebut.

“Selama 20 tahun ini,  Andreas tidak pernah mengajukan keberatan dan menjadi heran bagi kami mengapa tiba-tiba ada isu menuntut hak seperti yang sekarang tersebar luas di grup facebook seperti ini.” sebutnya. (ra-sb)

Check Also

Menyerap Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Banjarbaru H.AR. Iwansyah di Kecamatan Landasan Ulin

BANJARBARU – Reses atau Masa Reses adalah masa di mana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) …