Sempat Khawatir Campak Rubella Menimpa Santri Ponpes, Ternyata Campak Biasa

BANJARBARU – Sempat mengkhawatirkan akan kabar wabah campak rubella menimpa santri dua pondok pesantren (Ponpes) dan siswa SMAN 2 Banjarbaru.Ternyata menurut sumber di Dinas Kesehatan Banjarbaru bukan campak rubella, namun hanya campak biasa.

Kepastian itu dari kondisi para santri yang terkena campak di dua pondok pesantren putri di Banjarbaru, bukan akibat campak rubella atau Jerman, tapi campak biasa. Kondisi sudah mulai membaik, ungkap sumber pada Jumat (7/9/2018).

Hal pembuktian itu secara ilmiah, tambahnya dari sampel darah yang diambil dari para penderita telah dikirim ke sebuah laboratorium di Surabaya. Dilakukan pemeriksaan laboratorium, dapat  dipastikan apakah campak klinis atau rubella harus melalui uji laboratorium.

Sumber menegaskan pula bahwa Dinas kesehatan Banjarbaru tidak pernah memberikan keterangan bahwa campak yang terjangkit di dua Ponpes Putri Banjarbaru adalah rubella. Kendati gejala campak biasa dan rubella itu mirip seperti bercak merah-merah pada kulit. Bukan berarti setiap campak itu rubella,” jelas sumber.

Dikatakannya pula, campak biasanya berlangsung hanya sekitar satu minggu, begitu penderita dirawat akan sembuh. Di SMAN 2 Banjarbaru, memang ada anak yang terkena campak dan tidak masuk sekolah, namun kondisinya sudah membaik.

Untuk memastikan campak biasa atau rubella, pihaknya telah mengirim sampel darah penderita campak ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel. Selanjutnya, sampel darah tersebut akan diperiksa di laboratorium di Surabaya. (hrs-bjb)

275 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Apresiasi Jarot Dalam Satu Hari, Berikan Pelayanan ke Masyarakat

SINTANG, suaraborneo.com – Pemerintah Kabupaten Sintang secara konsekwen terus melakukan berbagai upaya dalam membangun daerah …