Terciduk Jual Sabu, Lelaki Pengangguran Asal Sangatta Diamankan Polisi

KUTAI TIMUR – Seorang lelaki pengangguran berusia 36 tahun asal Sangatta terpaksa melanjutkan hidupnya di dalam jeruji besi. Pasalnya, dirinya telah terciduk aparat kepolisian, ketika sedang menjalankan transaksi jual beli barang haram, berupa narkotika. Lelaki penjual barang haram tersebut, menjual narkotika jenis sabu dengan daerah edaran di kawasan Kecamatan Sangatta dan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Arisman alias Aris, warga Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara itu, tertangkap dengan cara dijebak oleh aparat kepolisian. Lelaki pengangguran tersebut dijebak oleh aparat, setelah diketahui menjadi “marketing” dari bisnis narkotika milik seorang bandar yang masih berkeliaran di Kutim dan sekitarnya.

Kapolsek Bengalon AKP Ahmad menjelaskan, pada hari Jumat (7/9) lalu, sebelumnya masyarakat telah melaporkan Aris (36), kepada aparat kepolisian, karena kerap melakukan transaksi narkoba pada kawasan Dusun Batota, Jalan Poros Bengalon-Sangatta, RT 06, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kutim. Menerima laporan tersebut, lelaki berusia 36 tahun itu pun langsung menjadi target untuk diselidiki oleh tim Reskrim Polsek Bengalon.

Dipimpin oleh Aipda Andi Afrizal, anggota reskrim melakukan penyamaran. Dengan cara menghubungi melalui ponsel, aparat berpura-pura menjadi pembeli barang haram tersebut. Target, yang sudah termakan lobi-lobi polisi yang sedang menyamar, sepakat untuk melakukan pertemuan pada hari itu juga. Sekira pukul 22.00 wita, target pun berhasil dipancing keluar dari persembunyiannya.

“Kami pura-pura memesan sabu sebanyak 1 gram. Akhirnya pertemuan untuk transaksi dengan tersangka dilakukan di kawasan Dusun Batota,” terang AKP Ahmad.

Transaksi pun sukse dilakukan dan Aris pun tidak dapat mengelak saat dipergoki dalam transaksi barang haram itu. Dia ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 3,7 gram. Dimana saat ditemukan barang haram tersebut terbagi menjadi empat paket kecil dan dua paketan besar.

“Atas kejadian tersebut, tersangka beserta barang bukti kami amankan ke Mapolsek Bengalon untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Bengalon, AKP Ahmad.

Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesa Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. (ra-sb)

Check Also

BRIKC KalSel dan Laskar Djogja Kompak Berikan Bantuan Untuk Bangun Mushalla Darurat Korban Gempa Lombok

LOMBOK UTARA – Jarak bukan lah halangan bagi siapapun yang ingin membantu warga Lombok yang …