Klasifikasi, Pemakaian Air Minimum, Pertanyaan Pelanggan di Sosialisasi PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN – Menyerap aspirasi warga sebagai pelanggan tetap layanan air bersih, PDAM Bandarmasih mengadakan kegiatan sosialisasi bersama warga, tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW dan Lurah, Kamis (13/9/2018), pukul 10.00 – 12.00 wita, di Kelurahan Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat, di fasilitator Forum Masyarakat Kota (Formak) Kalimantan Selatan

Acara dimulai dengan pembukaan Lurah Kuin Selatan, Mujiono, SP, dilanjutkan penjelasan dari Supervisor Humas PDAM Bandarmasih, M Nor Wahid, Supervisor Kadiv Pembaca Meter PDAM, Gt. Akhmad Rollynnoor, Supervisor Kadiv Keluhan Pelanggan PDAM, H. Pahmi, sesi kegiatan berupa tanya jawab, keluhan dan permasalahan dari warga sebagai pelanggan PDAM.

Pada kesempatan Ketua RW 001 Kuin Selatan, H.M. Zalbi Habi, mempertanyakan, “Air PDAM setelah di diamkan apakah bisa langsung diminum, menggunakan alat saring, apa harus direbus juga, dan kategori A1 diklasifikasikan, seperti apa?,” ucapnya

Kedua, Asrani, mempertanyakan, “Pembayaran rumah kosong tetap dikenakan biasa, apabila ada kebocoran, sebaiknya PDAM cepat memperbaiki, sekarang setelah mengganti meter pembayaran menjadi mahal,” katanya.

Terakhir penanya ketiga, Maulidah dari RT 17, “Perhitungan pemakaian minimun, tertera retribusi sampah dibayar setiap bulan dibebankan seluruh pelanggan, kemana digunakan, serta manfaat dari pelanggan, dan apakah tera ulang pembayaran tidak sesuai dengan pemakaian,” ungkapnya.

Supervisor Humas PDAM Bandarmasih, M Nor Wahid, menjawab pertanyaan, “Air dari PDAM tetap direbus, supaya lebih bersih dari kuman, karena bukan dari mata air yang bisa diminum seperti dalam kemasan, mengenai retribusi sampah diserahkan ke pemerintah kota (Pemko), penggunaan untuk kebersihan,” jelasnya.

Pertanyaan selanjutnya, dijawab Supervisor Kadiv Pembaca Meter PDAM, Gt. Akhmad Rollynnoor, “Klasifikasi diliat dari daftar/brosur, ada niaga kecil, menengah, dan niaga besar, dan klasifikasi rumah tangga, apabila tidak sesuai bisa melaporkan kembali ke customer, dilakukan survei, dan mengenai pemakaian minimum pelanggan PDAM Bandarmasin, sesuai pasal 1 ayat 10 Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 71 tahun 2016, tidak langsung dikeluarkan tetapi dievaluasi dulu, jumlah 180 ribu pelanggan, 400 pelanggan 0 kubik terdiri rumah kosong, setelah bantuan Ousit MBR dari 10 kubik sekarang ditetapkan menjadi 5 kubik, untuk 0 kubik rumah kosong dari pada dikenakan biaya lebih baik minta ditutup sementara jangka waktu 1 tahun, penutupan dikenakan biaya Rp 44 ribu + pajak dan pembukaan Rp 22 ribu + pajak,” tuturnya

Selaku koordinator Forum Masyarakat Kota (FORMAK) Kalsel, M. Hatim Darmawi, menyampaikan, “Untuk sosialisasi ini ada dibeberapa kelurahan secara rutin setiap bulan, bersama FORMAK, menjembatan antara pelanggan dengan pihak PDAM Bandarmasih, harapan kami, pertanyaan, keluhan agar segera mungkin ditindak lanjuti, masalah tarif, ganti meter, air keruh, kebocoran, dan kita ada notulen dalam hal ini kita buat akan disampaikan kepada pihak direksi PDAM Bandarmasih,” ungkap Hatim Darmawi. (ad-sb)

Check Also

Malming di Pengungsian, Relawan Kalimantan dan Laskar Djogja Bakar Jagung Bersama Warga

MATARAM – Malam minggu (Malming) bagi kaum remaja adalah momen berharga untuk dilewatkan bersama teman, …