Lebih 5000 SDM Disiapkan Untuk Bandara Baru Syamsudin Noor

BANJARBARU – Kurang lebih satu tahun lagi pengembangan Bandara Internasional Syamsudin Noor kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan akan kelar dibangun. Tentu dengan pengembangan ini akan menambah kapasitas bandara dari luas 9.000 m2 menjadi 65.000 m2, semakin besar infrastruktur tentu bertambah banyak memberikan multi efek positif bagi aspek-aspek lainnya. Karena itulah, optimalisasi keberadaan bandara nantinya harus diiringi dengan persiapan sejak dini.

Diinisasi oleh Parlemen Jalanan yang menyelenggarakan acara Dialog Publik dengan tema Mengambil Peluang dari Pengembangan Bandara Syamsudin Noor untuk Masyarakat Kalsel, dibuka oleh Sekdaprov Kalsel, Drs. Abdul Haris Makkie mewakili Gubernur Kalsel, berlangsung di Novotel Banjarbaru (15/9). “Kita perlu menyiapkan SDM. Itu bisa didapat dengan membangun sekolah kebandaraan, atau lembaga pelatihan-pelatihan lainnya. Ini penting agar masyarakat kita tidak menjadi penonton, “ tandas Sekda.

Terungkap dari Indah Prastuty, GM Angkasa Pura I, bahwa kebutuhan tenaga kerja terbagi atas 2 masa, yaitu masa pembangunan saat ini yang dibutuhkan sebanyak 900 orang, dan masa dimana bandara akan beroperasi sebanyak 5.000 sampai 8.000 orang. “Berbagai kualifikasi SDM yang diperlukan pun nantinya sangat beragam, tentu ini harus disiapkan mulai sekarang, mengingat perkiraan bandara sudah beroperasi pada akhir tahun 2019,” ucap Indah yang sebelumnya menjabat menjadi GM Angkasa Pura Semarang.

Senada dengan yang disampaikan Sudirwo, Ketua Forum Pengelola LKP Kota Banjarbaru di sesi diskusi, bahwa di Kalsel dengan data 355 lembaga kursus dan pelatihan yang terdiri dari berbagai jurusan dan program. “Tentu lembaga-lembaga yang ada telah turut menyiapkan SDM yang terlatih, terampil, profesional dan kompeten yang berasal dari masyarakat lokal. Dan mereka telah siap untuk diterima bekerja nantinya,” ungkap Sudirwo. Namun, perlu dijadikan perhatian untuk segera dipublikasikan kebutuhan dan kualifikasi yang diperlukan sejak dini, sehingga bisa disiapkan jauh-jauh hari. Selain ditentukan dari jenjang sarjana maupun lulusan sekolah, sangat penting untuk dibekali keahlian atau keterampilan tertentu.

Selain itu, multi efek dari pengembangan ini, baik di dalam lingkungan maupun di wilayah sekitar bandara, banyak berdiri bangunan baru baik berupa perhotelan, perkantoran, pergudangan, perumahan dan lainnya. “Dari dampak ini, tentu perkiraan jumlah kebutuhan SDM akan menjadi semakin besar, sehingga perlunya sinergitas dari berbagai pihak untuk mengidentifikasi dan bekerjasama dalam menyiapkan berbagai pelatihan-pelatihan dan sekolah,” tambah Sudirwo.

Tidak ketinggalan, Sudirwo yang juga Ketua Forum UKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI) wilayah Kalimantan, mengungkit dampak lainnya dari sisi pemberdayaan UKM/IKM, dan ekonomi  kreatif yang merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan. Bahwa produk-produk daerah yang beraneka ragam, tentu akan turut terangkat. “Jadi sejauhmana sudah kesiapan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam tataran kebijakan dan peraturan-peraturan yang mendukung ekonomi kerakyataan. Saat ini, hanya Kota Banjarbaru yang sudah memiliki Perda Pemberdayaan UMKM, seharusnya dapat menjadi role model bagi daerah lainnya. Sehingga pemberdayaan UMKM akan lebih optimal dan menghasilkan produk yang berkualitas dan layak untuk dijual baik dalam hingga luar negeri,” ujar Sudirwo.

Oleh karenanya, sangat urgen untuk dibuat peraturan-peraturan dalam mendukung kebijakan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, misal Perda Pariwisata hingga Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif. “Kita dapat mencontoh Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif dari Jawa Barat maupun provinsi tetangga yaitu Kalimantan Tengah, yang telah dibuat sejak tahun 2013, “ ungkap Sudirwo.

Hadir dalam acara Dialog Publik, sebagai narasumber Walikota Banjarbaru, Kepala Bappeda Kalsel, Akademisi ULM Dr. Ahmad Yunani, GM Angkasa Pura I Indah Prastuty dan Badrul Ain Sanusi Ketua Parlemen Jalanan, dengan moderator Denny Setiawan. Dan tamu lainnya, Wakil Walikota Banjarbaru, Ketua DPRD Banjarbaru, Kapolres Banjarbaru, Direktur PDAM Intan Banjar, ormas, LSM, organisasi kepemudaan dan mahasiwa. (hrs-bjb)

Check Also

Korem 101/Antasari Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati  Maulid Nabi Muhammad SAW Korem 101/Antasari gelar peringatan Maulid di …