Sakit Hati! Bunuh Mantan Pancar Dihukum 20 Tahun Penjara

BANJARBARU – Kasus pembunuhan yang dilakukan Abdus Salam (21) terhadap pegawai Salon Hafabi yaitu mantan kekasihnya sendiri dengan alasan cemburu, dijatuhi vonis oleh Hakim Pengadilan Negeri Banjarbaru selama 20 tahun penjara, saat sidang pembacaan vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarbaru, Senin (08/10).

Abdus Salam dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Menurut Jaksa Penuntut Umum M Indra, tuntutan yang diberikan kepada pelaku tersebut dikabulkan oleh pihak Pengadilan Negeri Banjarbaru. “Tuntuntan kami seluruhnya dikabulkan oleh Pengadilan dengan hukuman 20 tahun penjara,” katanya.

Menurutnya, pelaku murni melakukan pembunuhan tersebut dengan berencana. Karena pelaku mengaku kecewa dengan korban lantaran hubungan cinta mereka diputuskan secara sepihak oleh korban.

“Itu cemburu murni, tidak ada lain. Karena tanpa ada penjelasan diputuskan oleh korban. Ditambah, melihat postingan korban bersama lelaki lain,” ujarnya.

Perlu diketahui, kejadian tersebut terjadi pada Selasa 17 April 2018 lalu di Jalan Nuri samping Butik Norma Colletion Banjarbaru.

Pelaku Abdus Salam (21) tega mehabisi mantan kekasihnya karena terbakar api cemburu.

Pelaku menghabisi korban dengan cara menikam korban menggunakan pisau sebanyak 6 kali tusukan hingga korban tewas.

Pembunuhan sadis di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kalsel, itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Pembunuhan terjadi di lokasi ramai itu menggegerkan masyarakat sekitar. Korban yang bersimbah darah langsung dievakuasi ke RS Mawar, sementara pelaku melarikan diri.

Hanya butuh waktu tak sampai sejam bagi anggota gabungan dari Polres Banjarbaru, Polsek Banjarbaru dan Polres Banjar untuk membekuk Abdus salam di rumah orangtuanya di Bincau, Martapura.

Abdul Salim tega membunuh mantan pacarnya lantaran sakit hati. Meski mereka sudah putus, tapi pelaku masih punya rasa cinta. Dia melihat korban bersama pria lain, dari situ dia sakit hati.

Sebenarnya Siti Mulinnikmah (korban) pada waktu itu tak mau menemui pelaku. Namun, karena dijanjikan akan diberi uang dia pun menghampiri pelaku. Korban yang sedang kerja di Salon Hafabi, ditelepon oleh pelaku katanya mau dikasih uang. Lalu dia keluar menemui mantannya itu. Ternyata di samping tempat kerjanya itu korban langsung dihabisi.

Abdus Salam mengakui bahwa faktor sakit hati yang membuatnya tega membunuh mantan pacarnya. Karena Pelaku panas hati melihat foto dengan pacar barunya di Instagram dan WhatsApp.

Kendati hubungannya sudah putus dengan korban sejak tiga bulan yang lalu, setelah menjalin asmara sekitar 10 bulan. Lantaran orangtuanya tidak setuju. “Mungkin karena saya orang tidak punya, hanya seorang penjaga parkir di Pasar Martapura,” papar pelaku waktu itu. (hrs-bjb)

Check Also

Panik Saat Kepergok Sedang Beraksi, RD Tewas Terkena Serangan Jantung

SAMARINDA – Selasa, 23/10/2018. Nasib naas menimpa pemuda asal Samarinda ini,  pasalnya, ia ditemukan tak …