Akibat Mata Rantai Terputus, Polres Kutim Kesulitan Ungkap Dalang dari Peredaran Narkoba

KUTAI TIMUR – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), nampaknya masih harus bekerja keras dalam mencari serta menangkap orang yang telah mengendalikan peredaran narkoba (Bandar Narkoba) pada wilayah hukum dibawah otoritasnya.

Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan titik terang dalam mengungkap otak utama yang menjadi pemasok dan pengendali barang haram tersebut.

Sulitnya mengungkap identitas pelaku yang menjadi dalang utama dibalik peredaran barang haram di Kutim ini, telah memaksa pihaknya harus memutar otak lebih extra lagi dalam bekerja. Dibutuhkan perjuangan keras untuk bisa mengungkap identitas serta mengetahui keberadaan bandar narkoba tersebut. Berbagai cara pun telah dilakukan oleh pihaknya, akan tetapi hingga saat ini hal itu belum cukup untuk menjadikannya terungkap.

Tercatat dari beberapa penangkapan dan pengungkapan kasus narkoba yang ada, pihaknya selalu hanya mendapati pelaku dalam kategori pengguna dan pengedar saja.

“Susah membongkar bandar narkoba. Karena, langsung terputus sumbernya. Mereka tertutup. Tak gampang. Kami sudah telusuri, tetap saja mata rantainya terputus,” ujar Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan.

Di akui olehnya, rata-rata para penjahat tindak penyalah gunaan narkotika tersebut sangat piawai dalam memainkan perannya. Mereka terbilang cukup mahir dan pandai dalam menghadapi serta mengelabui pihak Kepolisian. Bahkan ketika satu langkah yang dilakukan pihak berwajib telah diketahui oleh nya, maka para penjahat tersebut akan menempuh seribu cara untuk menghindari dan mengelabuinya.

“Penjahat semua hebat-hebat. Makanya kami stop pengedar saja. Memang biasa mereka menyebut nama, tetapi itu tidak cukup. Kami butuh bukti juga. Kalau tidak ada bukti susah,” tuturnya.

Lebih jauh, pria berpangkat AKBP tersebut menjelaskan, bahwa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk Kutim sendiri telah menduduki peringkat ke 4 terbesar dalam peredaran barang haram tersebut. Barang haram tersebut tercatat banyak tersebar di Sangatta dan pada wilayah Kecamatan berkembang seperti Muara Wahau, Sangkulirang, dan Bengalon.

“Narkoba ini tidak habis-habis. Tahanan Polres banyak diisi oleh pelaku kasus narkoba. Ada sebanyak 70 persen tahanan narkoba,” pungkas Kapolres Kutim tersebut.

Didominasi nya tahanan pelaku kasus narkoba ini, dikarenakan hampir pada setiap minggunya, selalu saja ada pelaku yang tertangkap tangannya oleh pihak pihaknya. Usia para pelaku pun beragam, mulai dari usia kalangan remaja, hingga orang tua. Bahkan tidak hanya laki-laki, perempuan pun juga turut menjadi pelakunya.

“Jadi memang tak mengenal siapa. Tak mengenal waktu. Semua menjadi incaran narkoba. Makanya kita katakan, perang terhadap narkoba. Narkoba harus dibasmi dari Kutim,” ucapnya. (ra-sb)

Check Also

Diberhentikan Sepihak, Wabup Tabalong Laporkan Bupati dan Sekdanya ke Bareskrim Mabes Polri

BANJARMASIN – Zony Alfianoor sebagai wakil Bupati Tabalong di periode 2014-2019 merasa kecewa setelah dirinya …